Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Oktober 2015 | 13.05 WIB

4 Santri Keracunan Asap Diesel, 2 Tewas

DIRAWAT: Salah satu santri keracunan, M Rizal dirawat di Puskesmas Tambelangan, Sampang. - Image

DIRAWAT: Salah satu santri keracunan, M Rizal dirawat di Puskesmas Tambelangan, Sampang.

JawaPos.com - Empat santri di Sampang Madura, Jawa Timur, keracunan asap mesin diesel. Akibatnya, dua santri tewas dan dua santri lainnya pingsan, Sabtu (24/10).



 

Dua santri yang tewas adalah Fathorrahman (18) warga Desa Birem, Kecamatan Tambelangan dan Moh Sudi (18) warga Desa Olor, Kecamatan Banyuates. Sedangkan santri yang pingsan yakni M Rizal (20) warga Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat dan Abdullah (20), warga Desa Birem, Kecamatan Tambelangan.




Empat korban keracunan asap diesel itu merupakan santri Pondok Pesantren An-Naqsabandiyah Salafi di Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Sampang. Mereka keracunan saat membersihkan sampah di sumur pondok tersebut.



Sebelum mengalami keracunan, keempat korban hendak menguras dan membersihkan sumur menggunakan mesin diesel. Saat mesin diesel dinyalakan, korban yang masuk sumur pingsan akibat keracunan asap.



Sementara yang lain hendak menolong, justru ikut pingsan sebelum akhirnya dievakuasi santri-santri lainnya. Keempat korban kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat. Tapi dua korban nyawanya tak tertolong.    



Kepala Puskesmas Tambelangan Romsah menjelaskan, dua santri yang tewas diduga kuat akibat keracunan zat kimia, asap, dan kekurangan oksigen. Begitu juga dengan dua santri yang sedang dirawat secara intensif.



"Kemungkinan mereka meninggal saat dalam perjalanan ke puskesmas,” jelasnya seperti yang dikutip Radar Madura (Jawa pos Group).



Romsah menambahkan, selain dua santri yang tewas, korban yang kritis adalah Abdullah. Santri asal Desa Birem, Kecamatan Tambelangan, itu harus dirujuk ke RSUD Sampang. "Kalau Rizal dirawat di sini (puskemas, red),” ujarnya.



Kapolsek Tambelangan AKP Syamsul Arifin membenarkan kejadian tersebut. Kepada awak media, dia mengaku belum bisa menyimpulkan motif kejadian yang menewaskan santri tersebut.



"Sementara ini, kami hanya mengamankan talinya. Selanjutnya, menunggu hasil penyelidikan," terangnya. (ful/zul/hsn/JPG)



Editor: Husain
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore