Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Januari 2019 | 01.35 WIB

Benda Peninggalan Nabi Muhammad Dipamerkan di Kota Medan

Pengunjung melihat serban yang dipakai oelh Nabi Muhammad. - Image

Pengunjung melihat serban yang dipakai oelh Nabi Muhammad.

JawaPos.com - Siapa yang tak kenal dengan Baginda Rasulullah Muhammad Shalallaahu Alayhi Wasallam. Tokoh revolusioner, yang membawa umat dari zaman kegelapan ke zaman terang benderang. Sosoknya selalu dirindukan.


Lewat barang-barang peninggalannya, kita bisa merasakan lebih dekat dengan Nabi Allah tersebut. Selama ini, kita hanya mendengar barang-barang (artefak) peninggalan nabi yang ada di Museum Topkapi di Istanbul, Turki.


Namun, beruntunglah bagi warga Medan khususnya dan Sumatera Utara (Sumut) umumnya. Karena, barang-barang tersebut tengah dipamrekan di Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumut.


Artefak yang dibawa bukanlah yang ada di Topkapi. Barang-barang peninggalan Sang Rasul, dikumpulkan dari lima negara oleh Galeri Warisan yang dikelola oleh Abdul Manan Bin Embong. Profesor asal Malaysia yang juga arkeolog benda-benda peninggalan Islam masa lampau.


Benda-benda itu, dipamerkan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Tapian Daya, yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan. Ada sebuah ruangan yang disulap menjadi lokasi pameran barang-barang peninggalan Nabi Muhammad yang digelar hingga 12 Februari mendatang.


Totalnya, ada 40 barang yang dipamerkan. Sebagian peninggalan adalah milik para sahabat nabi. Setiap hari, lokasi pameran selalu dipadati pengunjung. Mereka ingin melihat keagungan Nabi Muhammad lewat barang-barang peninggalan.


Barang-barang milik Nabi Muhammad yang dipamerkan antara lain, Serban; rambut; janggut; darah bekam; dan jejak telapak nabi. Kemudian, tongkat nabi; busur panah; tanah makam; cemeti; kantong air; tapak kaki unta yang ditunggangi nabi; teko air zam-zam; dan kain penutup makam nabi Muhammad.


Hendra selaku penanggung jawab mengatakan, pameran ini merupakan kerja sama dari Galeri Warisan dengan PT Penawar Legenda Maju (PLM) sebagai penyelenggara. Ia juga memastikan, barang-barang yang dipamerkan dijamin keasliannya.


"Kita punya sertifikat, ataupun bagian dari yang menjelaskan barang-barang ini. Kalau ada yang menanyakan keaslian barang ini kita persilahkan secara fair, akan kita buktikan," kata Hendra, Senin (28/1).


Seperti serban Nabi Muhammad yang dipamerkan. Serban itu adalah yang dipakai nabi. Rasul tidak hanya memiliki satu serban. Yang dibawa ke pameran adalah serban dengan lilitan kain berwarna hijau, sesuai warna kesukannya.


Serban ini kemudian diserahkan kepada sahabatnya bernama Muadz Bin Jabal ketika Muadz diperintahkan berdakwah ke Palestina. Serban ini kemudian disimpan secara turun-temurun oleh keturunan Muadz.


"Sebenarnya ada sembilan koleksi serban yang terdaftar secara resmi dan tersebar di beberapa negara,"ungkapnya.


Selain serban, ada jejak telapak kaki Nabi. Dalam penjelasannya, telapak kaki nabi ini berasal dari Yaman. Saat itu, Nabi Muhammad pertama kali ke sana. Dalam berbagai artikel menyebutkan, ada 44 jejak tapak kaki nabi yang disimpan oleh museum dan para keturunan Rasul.


Selain benda-benda milik nabi, penyelenggara juga memamerkan peninggalan milik sahabat. Mulai dari Quran emas dari era kejayaan Kesultanan Turki Utsmani, hingga pedang yang digunakan para sahabat untuk berperang. Ada juga baju perang hingga Kaligrafi Khat Surat Al Ikhlas yang terukir di butiran beras.


Masyarakat begitu antusias menyambut pameran. Per harinya, pameran artefak dikunjungi 1.000 hingga 1.500 orang. Pengunjungnya juga berasal dari berbagai daerah. Baik dari Sumut hingga provinsi luar.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore