Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Januari 2019 | 05.15 WIB

Sempat Diguyur Hujan, Warga Solo Mulai Padati Slamet Riyadi

MULAI BERDATANGAN: Meski sempat diguyur hujan, sejumlah warga mulai berdatangan di Car Free Night (CFN) Solo, Senin (31/12) malam. - Image

MULAI BERDATANGAN: Meski sempat diguyur hujan, sejumlah warga mulai berdatangan di Car Free Night (CFN) Solo, Senin (31/12) malam.

JawaPos.com - Sisa hujan yang sempat mengguyur kawasan Solo masih terlihat pada aspal jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (31/12) malam. Hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur kota Solo sejak sore. Dan hujan baru mereda memasuki pukul 21.00 WIB. Meski masih terlihat gerimis kecil, tetapi hal itu tidaklah menyurutkan antusiasme warga. 


Mereka mulai berdatangan ke kawasan yang menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun di jalan Slamet Riyadi dan juga Jenderal Sudirman. Sementara kendaraan sudah tidak diperbolehkan melintas di jalan tersebut mulai pukul 21.00 WIB. Semua ruas jalan yang menuju ke jalan Slamet Riyadi, baik dari selatan maupun utara ditutup total. 


Penutupan dilakukan mulai dari Purwosari sampai dengan Gladak. Di sepanjang jalan tersebut diperuntukkan Car Free Night (CFN). Penutupan total ini akan diberlakukan sampai perayaan malam pergantian tahun rampung atau pukul 01.00 WIB. 


Sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub), kepolisian, TNI, Satpol PP juga turut melakukan penjagaan. Pengawasan dilakukan guna memastikan gelaran malam pergantian tahun berjalan aman, lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Warga yang sebelumnya menunggu hujan reda mulai memadati ruas CFN. Ada yang bersama teman, pasangannya, saudara, atau pun keluarganya. 


Mereka berjalan menyusuri kawasan CFN dengan panjang lebih kurang 4,3 kilometer itu. Aspal jalan juga masih terlihat basah. Kondisi tentunya sedikit mengurangi antusiasme warga. Mengingat, di malam pergantian tahun sebelumnya kondisi cuaca sangat agus. Bahkan warga lesehan di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Ada yang membawa perlengkapan tidur seperti tikar, bantal, guling dan lainnya. 


Salah seorang warga, Rahmawati, 27 menyampaikan, bahwa dirinya cukup tertarik dengan perayaan malam tahun aru yang diadakan oleh Pemkot Solo. Salah satunya karena, perayaannya tidak menggunakan kembang api. Melainkan membunyikan gong.


"Selain itu juga ada beberapa panggung hiburan yang bisa dinikmati warga. Tapi tadi sempat hujan jadi jalanan masih basah," ucap warga Boyolali tersebut. 


Salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan yang bertugas, Andi Mulyanto mengatakan, keramaian warga berada di wilayah timur. Sedangkan untuk sisi barang masih terlalu sepi. "Yang ramai perempatan Gendengan ke timur, kalau yang barat sini memang sepi," ucapnya.


Sebelumnya, Kapolresta Solo, Kombespol Ribut Hari Wibowo memastikan sudah menerjunkan personelnya ditambah dari TNI dan instansi terkait untuk ikut mengamankan malam pergantian tahun di Solo. 


Ribut memastikan, malam pergantian tahun akan berjalan lancar dengan pengamanan yang maksimal. "Kami pastikan pengamanan untuk malam pergantian tahun, semua berjalan lancar dan aman terkendali," tuturnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore