Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Januari 2019 | 16.38 WIB

Pembunuhan Sadis Bengkulu, Ini Fakta Baru dari Keterangan Tersangka

Tersangka JM saat digelandang ke Mapolda Bengkulu - Image

Tersangka JM saat digelandang ke Mapolda Bengkulu

JawaPos.com - Sejumlah fakta baru ditemukan dari keterangan Jamhari Muslim alias Ari, 33, tersangka pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Rejang Lebong Bengkulu. Selain menemukan beberapa barang bukti, diketahui usai menghabisi nyawa ketiga korbannya, tersangka tidak langsung kabur atau melarikan diri melainkan sempat bekerja di bengkel las tak jauh dari rumahnya.


“Usai membunuh korbannya, tersangka JM tidak langsung melarikan diri melainkan tetap bekerja sebagai mana kegiatannya sehari-hari,” terang Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK seperti dikutip Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group), Sabtu (19/1).


Tiga nyawa melayang dalam pembunuhan yang dilakukan pelaku, yakni Hasnatul Laili, 35, yang merupakan istri korban, juga kedua anak korban yakni Melan Miranda, 16, dan Cika Ramadhani, 10.


Dijelaskan Kapolres, usai membunuh korban, tersangka membawa mobil jenis APV milik korban dan memarkirkan kendaraannya di RSUD Curup. Kemudian tersangka dengan menumpang ojek kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah di kawasan Kelurahan Talang Ulu, pelaku mengganti pakaian dan menuju tempatnya bekerja di salah satu bengkel las tak jauh dari rumahnya pada Sabtu (12/1) siang.


Saat pulang ke rumah Sabtu sore, tersangka melihat sudah banyak polisi yang berada di rumahnya. "Saat hendak pulang, tersangka melihat sudah banyak polisi di sekitar rumahnya, dan memutuskan meninggalkan rumahnya dengan menumpang ojek, dilanjut menumpang kendaraan umum," tambah Kapolres.


Pelarian tersangka sendiri berhasil diendus petugas, hingga akhirnya pada Senin (13/1) subuh ia berhasil diamankan. Sementara itu, terkait dengan informasi yang beredar bahwa korban Hasnatul Laili atau Lili, 35 sempat disetubuhi karena saat jenazahnya ditemukan, pakaian korban sudah tersingkap.


Kapolres menegaskan, dalam aksi pembunuhan tersebut tidak ada aksi pemerkosaan yang dilakukan tersangka, meskipun saat dilakukan otopsi luar, petugas menemukan adanya darah di bagian kemaluan korban. Hanya saja darah tersebut bukan darah karena adanya aksi pemerkosaan namun merupakan darah haid.


“Baju korban tersingkap karena saat akan dibunuh, korban melawan sehingga bajunya tersingkap,” jelas AKBP Jeki.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Jeki juga mengungkapkan bahwa dalam menjalankan aksinya, tersangka benar-benar sendiri. Korban yang sudah mengetahui seluk beluk rumah korban dan kegiatan korban di setiap paginya mempermudah tersangka dalam menjalankan aksinya.


“Saya pastikan saat ini tersangkanya hanya satu karena memang dalam menjalankan aksinya tersangka ini sendiri,” tegas Kapolres.


Sedangkan untuk saksi sendiri, Kapolres menyebut penyidik Polres Rejang Lebong telah memanggil sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangan. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan jumlah saksi tersebut akan bertambah sesuai dengan kebutuhan penyidikan.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore