
Photo
JawaPos.com - Setelah Jalan Terusan Jakarta Antapani kini Jalan Cemara Sukajadi Bandung dilakukan rekayasa lalu lintas. Dengan tujuan bisa mengurai kemacetan di ruas jalan tersebut.
Rekayasa lalu lintas dimulai sejak hari ini, Kamis (17/1) dan akan dievaluasi selama satu minggu ke depan. Dari persimpangan Jalan Sukajadi-Karang Tineung-Sinarmanah atau Cemara yang semula ditutup di tengahnya akan dibuka kembali.
Di lokasi tersebut terdapat Trafflc Light (TL) yang tidak diaktifkan karena pertimbangannya bus harus memutar dan manuvernya sulit. Sehingga ketika sore terutama saat weekend ekor kemacetan hingga ke Jalan Sukawangi.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, di Jalan Sukajadi ini, biasanya dari arah Utara dan Selatan harus berputar di taman namun per 17 Januari tidak bisa lagi, dan kendaraan diluruskan. Hal itu supaya arus lalu lintas lebih lancar.
"Evaluasi satu minggu, jika ini baik kami permanenkan, jika tidak mungkin lihat lagi titik lain," kata Yana Mulyana di Bandung, Kamis (17/1).
Menurutnya rekayasa lalu lintas di Bandung ini memakai aplikasi. Karena berdasarkan aplikasi dan koordinasi pihak Polda Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Dinas Perhubungan Bandung bahwa Jalan Sukajadi merupakan salah satu titik macet.
Karena sebelum dilakukan uji coba rekayasa, pihaknya telah lebih dulu melakukan kajian yang cukup lama menggunakan aplikasi dan survei. Sehingga dipilihlah jalur tersebut untuk dilakukan rekayasa dengan harapan mendapat dampak positif untuk mengurai kemacetan di Sukajadi.
"Jadi rekayasa ini yang (macenya) dari beberapa titik jadi satu titik. Setelah rekayasa macet masih ada, karena tingginya volume kendaraan. Tapi mudah-mudahan ini terurai," jelasnya.
Sementara Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina menjelaskan, Jalan Cemara saat ini titik macet dan lambat kendaraan dari arah bawah. Rekayasa dilakukan menggunakan barrier sehingga kendaraan tidak bisa putar arah atau menyeberang secara sembarang.
"Setelah kami menggunakan software penghitungan jarak dan lebar jalan, volume jalan lebih lancar kalau diluruskan. Karena tidak ada titik crossing. Jadi kami mengurangi crosing sehingga pengendara harus berputar ke atas," ujar Reza.
Untuk diketahui, dari Jalan Karang Tineung tidak bisa langsung menyeberang ke Jalan Sinarmanah. Kendaraan harus belok ke Jalan Setiabudi di Plaza Telkom. Begitupun sebaliknya tidak bisa langsung menyeberang ke Jalan Karang Tineung.
"Kendaraan nantinya akan dibelokkan ke Jalan Sukajadi dan memutar di Taman Sukajadi," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
