Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Januari 2019 | 21.38 WIB

Rekayasa Lalin di Jalan Cemara, Dishub Bandung Evaluasi Sepekan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Setelah Jalan Terusan Jakarta Antapani kini Jalan Cemara Sukajadi Bandung dilakukan rekayasa lalu lintas. Dengan tujuan bisa mengurai kemacetan di ruas jalan tersebut.


Rekayasa lalu lintas dimulai sejak hari ini, Kamis (17/1) dan akan dievaluasi selama satu minggu ke depan. Dari persimpangan Jalan Sukajadi-Karang Tineung-Sinarmanah atau Cemara yang semula ditutup di tengahnya akan dibuka kembali.


Di lokasi tersebut terdapat Trafflc Light (TL) yang tidak diaktifkan karena pertimbangannya bus harus memutar dan manuvernya sulit. Sehingga ketika sore terutama saat weekend ekor kemacetan hingga ke Jalan Sukawangi.


Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, di Jalan Sukajadi ini, biasanya dari arah Utara dan Selatan harus berputar di taman namun per 17 Januari tidak bisa lagi, dan kendaraan diluruskan. Hal itu supaya arus lalu lintas lebih lancar.


"Evaluasi satu minggu, jika ini baik kami permanenkan, jika tidak mungkin lihat lagi titik lain," kata Yana Mulyana di Bandung, Kamis (17/1).


Menurutnya rekayasa lalu lintas di Bandung ini memakai aplikasi. Karena berdasarkan aplikasi dan koordinasi pihak Polda Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan Dinas Perhubungan Bandung bahwa Jalan Sukajadi merupakan salah satu titik macet.


Karena sebelum dilakukan uji coba rekayasa, pihaknya telah lebih dulu melakukan kajian yang cukup lama menggunakan aplikasi dan survei. Sehingga dipilihlah jalur tersebut untuk dilakukan rekayasa dengan harapan mendapat dampak positif untuk mengurai kemacetan di Sukajadi.


"Jadi rekayasa ini yang (macenya) dari beberapa titik jadi satu titik. Setelah rekayasa macet masih ada, karena tingginya volume kendaraan. Tapi mudah-mudahan ini terurai," jelasnya.


Sementara Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina menjelaskan, Jalan Cemara saat ini titik macet dan lambat kendaraan dari arah bawah. Rekayasa dilakukan menggunakan barrier sehingga kendaraan tidak bisa putar arah atau menyeberang secara sembarang.


"Setelah kami menggunakan software penghitungan jarak dan lebar jalan, volume jalan lebih lancar kalau diluruskan. Karena tidak ada titik crossing. Jadi kami mengurangi crosing sehingga pengendara harus berputar ke atas," ujar Reza.


Untuk diketahui, dari Jalan Karang Tineung tidak bisa langsung menyeberang ke Jalan Sinarmanah. Kendaraan harus belok ke Jalan Setiabudi di Plaza Telkom. Begitupun sebaliknya tidak bisa langsung menyeberang ke Jalan Karang Tineung.


"Kendaraan nantinya akan dibelokkan ke Jalan Sukajadi dan memutar di Taman Sukajadi," pungkasnya.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore