Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Januari 2019 | 00.14 WIB

Usai SKTM, Ganjar Sebut Kini Ada Ortu Pindah KK demi Sekolah Favorit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Image

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

JawaPos.com - Jelang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapati banyak temuan di mana orang tua siswa mendadak pindah Kartu Keluarga (KK). Tujuannya, tak lain dan tak bukan adalah demi mengejar sekolah-sekolah favorit untuk anak-anaknya.


Ganjar mengatakan, temuan menunjukkan bahwa para orang tua tadi sengaja memindahkan alamat ke dalam zona sekolah yang diincar. Hal ini disampaikannya saat Rembug PPDB Online SMA/SMK Negeri Provinsi Jateng T.A 2019-2020 di Wisma Perdamaian, Rabu (16/1).


"Saya wanti-wanti betul kepada pihak sekolah dan masyarakat, tolong awasi betul persoalan zonasi ini. Sekarang sudah terjadi, banyak orang tua siswa yang pindah KK untuk mengejar agar anaknya sekolah di sekolahan favorit," katanya.


Melalui sistem zonasi, secara otomatis kelurahan dan desa pada suatu wilayah akan dibatasi. Di mana 90 persen siswa harus berasal dari wilayah terdekat dari sekolah. Sedangkan sisanya dibagi sama rata antara jalur pindah dan jalur prestasi.


"Penghapusan SKTM ini belum bisa menyelesaikan masalah terkait penerimaan siswa baru, karena karakter orang tua siswa yang masih mengejar sekolah-sekolah favorit dikhawatirkan akan tetap terjadi dengan mempermainkan sistem zonasi yang telah ditetapkan," kata dia.


Gubernur dalam hal ini sudah menyiapkan langkah antisipatif. Yakni melalui pembuatan sejumlah regulasi yang diproyeksi bisa mengatur mekanisme tersebut secara ketat. 


Sistem zonasi itu nantinya akan dibahas seperti apa dan akan mengatur sampai syarat kepindahannya juga. Sehingga aturan itu dapat mengantisipasi adanya berbagai macam praktik kecurangan. Katanya, Forum OSIS, Wali Murid dan tokoh masyarakat juga diminta ikut mengawasi dan gencar melakukan sosialisasi.


"Semua harus masuk akal, nanti akan ada aturan batasan waktunya (jika ada yang pindah KK), makanya jangan sampai kemudian ditarik mundur dan sebagainya. Jangan sampai. Ketika ada rekayasa, maka akan kami tegur sejak awal bahwa nanti anaknya tidak bisa lolos saat verifikasi," tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta semua pihak untuk mendukung dan menjunjung integritas serta moralitas dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dimulai saat penerimaan siswa didik baru.


"Yakinlah bahwa pemerintah ingin menata semuanya lebih baik dengan membuat anak-anak sekolah enak, dekat, ongkos tidak banyak. Soal kapasitas sekolah nanti akan kami perbaiki," tutupnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore