
Mintaito boru Siregar menunjukkan mobilnya yang penyok karena dihantam batu pendemo.
JawaPos.com - Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menjadi sasaran amuk massa yang diduga dari Warga Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia yang menuntut sertifikasi lahan mereka, Selasa (15/11). Massa melempari kantor gubernur dengan batu.
Pelemparan terjadi sekira pukul 11.30 WIB. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika massa akan berunjuk rasa di depan kantor gubernur Sumut. Karena, sasaran mereka adalah gedung DPRD Kota dan Kantor Wali Kota Medan.
Petugas keamanan pun sempat kaget saat massa menggeruduk di depan gerbang. Zainuddin, seorang petugas keamanan gedung mengatakan, massa menerobos masuk. Sehingga dia langsung menutup gerbang.
"Belum sempat berkomunikasi dengan massa. Sudah lempar batu mereka. Makanya pagar saya tutup," ungkapnya saat ditemui, Selasa (15/1).
Aksi pelemparan itu sempat terjadi selama 15 menit. Sejumlah mobil mengalami pecah kaca dan penyok. Kaca pos keamanan di dekat gerbang juga pecah.
Mintaito boru Siregar, salah seorang pegawai Pemprov Sumut juga mengalami kerugian. Mobilnya turut menjadi korban terkena batu karena terparkir di halaman gedung.
"Ini yang rusak wiper. Sama bodinya penyok. Siapalah yang mau gantinya," ungkapnya.
Mintaito baru mengetahui mobilnya terkena lemparan saat berjalan ke Masjid Agung untuk melaksanakan Salat Zuhur. Bahkan, dia juga sudah melapor kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi soal kondisi mobilnya.
"Tadi pas mau salat ada yang bilang. Kak, mobil kakak penyok itu kena batu. Udah pening lah aku tadi," ujarnya
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun angkat bicara soal insiden pelemparan. Menurut dia itu hal wajar. Karena, konflik yang merundung Sari Rejo sudah cukup panjang dan pelik.
"Rakyat Emosi, cocok enggak dilaporkan menurut kalian?. Yang perlu itu solusi. Bukan dilaporkan," kata laki-laki yang juga menjabat Ketum PSSI itu.
Edy pun segera mencarikan solusi untuk permasalahan Sari Rejo. Mantan Pangkostrad tersebut juga akan langsung berbicara ke pusat untuk mencari solusinya.
Menurut Edy, pun jika pelaku pelemparan di hukum, tidak akan memberikan solusi. Sehingga, memang harus ada solusi untuk sengketa lahan itu.
"Tapi kalau tidak ada angin tidak ada hujan mereka melempar, itu yang perlu diselenting kepalanya," tandasnya.
Massa dari Forum Masyarakat Sari Rejo memang sudah dua hari terakhir melakukan unjuk rasa. Pada hari sebelumnya, massa melakukan unjuk rasa di Kator ATR/BPN Sumut. Malamnya mereka menginap di depan kantor BPN Kota Medan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
