
BARU SELESAI: Jalur lintas selatan di Kabupaten Banyuwangi salah satunya terdapat di Kecamatan Glenmor Desa Karangharjo di lokasi perkebunan Kendeng Lembu. (Galih Cokro/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tonggak pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Pulau Jawa dimulai pada 2002. Khusus Jawa Timur (Jatim), jalan yang menyisir pantai selatan (pansela) itu belum juga tersambung. Total panjangnya 677,49 kilometer. Akses putus di tujuh kabupaten.
---
"PERCUMA, Mas. Jalan di atas (bukit, Red) belum aspalan," ucap Sutopo mengingatkan Jawa Pos Selasa (8/1) pekan lalu. "Eman mobilnya. Kalau pakai off-road baru mantap," imbuhnya lalu tertawa.
Jalan beraspal yang kami lewati terputus di bawah bukit. Di depan kontur jalan kembali menanjak. Curam. Dipenuhi batu yang menyembul tak beraturan. Di sejumlah titik membentuk lorong-lorong tanah. Seperti bekas erosi dari gerusan air hujan.
Ruas itu masuk Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Akses yang mirip jalan setapak tersebut adalah trase JLS yang menghubungkan Tulungagung ke Trenggalek. Atau sebaliknya. Panjangnya kurang lebih 17 kilometer (km). Trase jalan itu sudah ada sejak 2003. Kini dimanfaatkan warga sebagai akses menuju ladang di lereng-lereng bukit. "Kalau hujan, jalannya berlumpur. Licin," ujar pria 45 tahun tersebut.
Mendapati jalan buntu, kami tak punya pilihan lain. Saya dan fotografer Galih Cokro pun menepi. Kami lalu berjalan kaki ke bukit. Perjalanan ke atas bukit memakan waktu kurang lebih 40 menit. Cukup menguras tenaga. Napas juga ngos-ngosan karena terus menanjak. Namun, dari atas bukit pemandangan menawan tersuguh dengan sempurna. Dari "jalan setapak" tempat kami berdiri, pemandangan pantai terhampar indah. Pasirnya putih bersih.
Kenalkan, namanya Pantai Ngelarap. Tersembunyi di bawah tebing bukit. Ingin rasanya turun mendekat ke bibir Samudra Hindia itu. Sayang, akses ke sana tidak memadai. Karena jalan belum beraspal, Pantai Ngelarap belum banyak tersentuh pengunjung. Dari atas ketinggian itu, bukan cuma Pantai Ngelarap yang tampak. Beberapa bibir pantai terlihat berjejer dengan pasir putihnya. Ada Pantai Klatak, Gemah, Bayeman, Sidem, dan Popoh.
Kecuali Ngelarap, lima pantai lainnya sudah mulai dikunjungi banyak wisatawan. Akhir pekan selalu ramai oleh pengunjung. Itu terjadi setelah akses sudah tersambung pada Maret 2017. Jalan beraspal selebar 7 meter sudah mulus. Berkelok-kelok. Naik turun mengikuti kontur bukit yang dilalui.
Akses JLS di Tulungagung memang masih belum tuntas. Dari 54,97 km panjang lintasan, yang sudah teraspal baru 13,34 km. Belum separonya. Jalan menjulur persis dari Desa Besuki ke Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.
Pembangunan JLS juga tersendat-sendat di Kabupaten Trenggalek. Di wilayah itu JLS punya panjang lintasan 78,35 km. Yang sudah tersambung baru 25,50 km. Juga belum setengahnya. Jalannya terputus di kawasan Pantai Prigi. Itu adalah kawasan pantai yang jadi andalan pariwisata Trenggalek. Di sana berjejer pantai-pantai bersih nan indah. Selain Prigi, ada Pasir Putih, Damas, Cengkrong, dan Pantai Karanggongso.
Di tepi pantai itu menjulur jembatan yang ikonik. Dibangun pada 2012-2014. Pemerintah menyebutnya Jembatan Damas. Namun, warga lebih familier dengan Jembatan Cengkrong. Sebab, infrastruktur sepanjang 200 meter itu melintasi Pantai Cengkrong. Bukan itu saja lho. Ternyata muda-mudi menamainya sebagai Jembatan Galau. ''Saya dan teman-teman suka melepas galau di jembatan ini," aku Rendi Dasisusilo, 23, pemuda setempat.
Nah, setelah Jembatan Cengkrong tersebut, JLS belum tersambung. Berdasar peta bidang, jalur JLS akan menerabas bukit-bukit di dekat Pantai Pasir Putih. Terus membentang sampai ke kawasan Pantai Ngelarap, Klatak, Gemah, dan lain-lain di Tulungagung.
Kalau di Tulungagung dan Trenggalek belum separo pekerjaannya, di Blitar JLS sama sekali belum terwujud. Sepanjang 64,20 km panjang lintasan, semuanya masih berupa jalan tanah. Hanya sudah dibangun tiga jembatan di antara total 22 jembatan di wilayah itu.
Karena akses JLS masih 0 persen di Blitar, perjalanan kami arahkan ke Kabupaten Malang. Kami start dari kawasan wisata Balekambang Rabu (9/1) pekan lalu. Jalan pantai selatan di Kabupaten Malang belum tuntas seluruhnya. Dari 137,33 km panjang lintasan, yang sudah tersambung 101,10 km, atau sekitar 73 persen. Akses di sebelah barat Balekambang masih jalan makadam.
Sebaliknya, Balekambang ke arah timur sudah mulus. Sampai ke Sendang Biru. Panjangnya sekitar 23 km. Lebar jalan 7 meter. Kontur jalan naik turun. Berkelok-kelok mengikuti bukit berpadu dengan vegetasi. Ruas jalan lebih banyak menyisiri pantai. Suara deburan ombak mengiringi perjalanan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
