Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Desember 2018 | 01.42 WIB

Persiapan Unas, Dinas Pendidikan Surabaya Tambah 10 Rumah Matematika

Ilustrasi, menjelang Unas 2019, Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan menambah 10 Rumah Matematika. - Image

Ilustrasi, menjelang Unas 2019, Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan menambah 10 Rumah Matematika.

JawaPos.com- Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (Unas) 2019 SMP dan SD baru akan digelar Maret tahun depan. Namun, para guru dan siswa di Surabaya telah melakukan berbagai persiapan.


Para guru dan pembina mata pelajaran yang diujikan sedang gencar menggelar try out bagi siswa sejak beberapa bulan lalu. Terutama, mata pelajaran matematika.


Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan mengatakan, banyak siswa yang masih perlu pembinaan terhadap mata pelajaran matematika. Selama ini, mata pelajaran itu selalu menjadi momok saat Unas.


Untuk itu, pihaknya berencana menambah 10 rumah matematika dari 5 yang telah ada. Meski belum diketahui lokasi di mana rumah matematika itu dibangun, fungsinya tetap sama. Yakni, menjaring banyak siswa agar dapat mendongkrak kemampuan dan keberanian siswa saat menghadapi soal-soal ujian Matematika.


Para guru di rumah matematika mengajarkan cara mudah menyelesaikan berbagai macam soal ujian matematika. "Kemudian, anak diharapkan mudah paham. Itu juga yang dikembangkan di sekolah-sekolah, untuk menghadapi Unas," kata Ikhsan di GOR Pancasila, Rabu (12/12).


Tak hanya menambah rumah matematika. Beberapa guru dan siswa dari beberapa SMP, SD negeri dan swasta pada masing-masing sub rayon melakukan strategi pertukaran.


Pertukaran tersebut diharapkan dapat mendongkrak moral dan kemampuan bersosialisasi para siswa. "Mereka saling bersinergi. Baik guru dan siswa saling menyemangati. Juga akan mendongkrak motivasi belajar siswa. Sehingga, kemampuan siswa bersosialisasi juga bagus," tambahnya.


Ditanya kemungkinan adanya kebocoran soal, Ikhsan menjamin kasus yang pernah menimpa SMPN 54 tidak akan terulang. Dia memastikan tidak akan ada soal yang bobol karena dikirim langsung dari pemerintah pusat dengan variabel dan item yang berbeda.


"Bukan kebocoran soal. Soalnya nggak bocor, tapi memang ada (oknum) yang berupaya membobol soal Unas. Hal itu sudah kami sampaikan ke (pemerintah pusat)," tegasnya.


Di tempat yang sama, Kepala SDN Putat Gede I Surabaya Soedjono mengatakan, sejumlah try out online dan lokal telah digelar sesuai arahan Dinas Pendidikan Surabaya. Selain itu, sekolah tersebut juga menggelar school camp yang berisi kegiatan mengerjakan latihan soal dan doa bersama tiap dua bulan sekali.


"Untuk saat ini, baru sebulan sekali. Nanti saat mendekati Unas, barulah kami gelar dua bulan sekali," kata Soedjono.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore