Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2023 | 01.26 WIB

Pemprov Jawa Timur Perpanjang Dermaga dan Perluas Gudang Pelabuhan Probolinggo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan ground breaking gudang dan meninjau proyek perpanjangan Dermaga 2 di Pelabuhan Probolinggo. - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan ground breaking gudang dan meninjau proyek perpanjangan Dermaga 2 di Pelabuhan Probolinggo.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas transportasi di sektor pelayaran Jawa Timur. Gubernur Khofifah secara khusus melakukan ground breaking gudang dan meninjau proyek perpanjangan Dermaga 2 di Pelabuhan Probolinggo Kota Probolinggo.

Bukan tanpa alasan, peningkatan kapasitas dan layanan Pelabuhan Probolinggo itu penting dilakukan. Sebab, pelabuhan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran distribusi logistik dari dan ke wilayah Jawa Timur serta dari dan ke berbagai negara.

Selain itu, Pelabuhan Kota Probolinggo itu juga strategis sebagai back up Pelabuhan Tanjung Perak. Juga memiliki potensi yang besar sebagai pintu gerbang dari wilayah-wilayah hinterland-nya yang meliputi Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo, dan Lumajang.

”Tingkat pemakaian atau Berth Occupancy Ratio (BOR) Dermaga 2 Pelabuhan Probolinggo pada 2022  sudah 68 persen  dengan  jumlah volume bongkar muat sebesar  2 juta ton dan berpotensi naik pada 2023,” kata Gubernur Khofifah.

Sesuai ketentuan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan laut Nomor: UM.002/38/18/DJPL-11 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan, nilai kinerja dermaga di atas 70 persen perlu dilakukan pengembangan.

”Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan pada tahun anggaran 2023 mengembangkan Pelabuhan Probolinggo ini,” terang Khofifah.

Pengembangan Pelabuhan Probolinggo meliputi perpanjangan Dermaga 2 yakni 92 x 31 meter, peningkatan kapasitas menjadi 50.000 DWT di sisi depan dan 20.000 DWT di sisi belakang.

Saat ini Dermaga 2 eksisting berukuran 305 x 31 meter dengan kapasitas 25.000 DWT di sisi depan dan 20.000 DWT di sisi belakang. Selain itu akan dilakukan perpanjangan Dermaga 1 yakni 15 x 30 meter dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi 10.000 DWT baik pada sisi depan dan belakang.

Dermaga 1 eksisting saat ini berukuran 93 x 18,5 meter dengan kapasitas 1.000 DWT baik pada sisi depan dan belakang serta 43 x 30 meter dengan kapasitas 10.000 DWT.

Gubernur menambahkan, tahun ini Pemprov Jatim juga akan melakukan pembangunan 1 unit gudang tertutup berukuran 100 x 60 meter sebagai pelengkap 2 unit gudang tertutup eksisting yang masing-masing berukuran 60 x 24 meter.

”Pengembangan ini juga kita lakukan dalam rangka peningkatan layanan karena Pelabuhan Probolinggo ini juga diproyeksikan untuk melayani angkutan pelayaran perintis seperti Probolinggo-Pulau Giliketapang-Pulau Gilimandangin-Trunojoyo Taddan-Branta,” papar Khofifah.

”Layanan pelayaran perintis ini juga kita harapkan akan mendukung akses ke pariwisata ke Pulau Gili Iyang, kemudian pegunungan di Bromo, juga pariwisata pantai/snorkling di Pulau Giliketapang,” tutur Khofifah.

Dia mengatakan, semakin berkembangnya Pelabuhan Probolinggo, diharapkan mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab, Pelabuhan Probolinggo mampu membantu bongkar muat untuk wilayah Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Bondowoso, dan sekitarnya.

”Kami optimistis pengembangan dan peningkatan Pelabuhan Probolinggo ini akan semakin meningkatkan ekonomi dan memperlancar mobilitas masyarakat,” ucap Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore