Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2023 | 18.47 WIB

BMKG Imbau Warga Jateng Selatan Waspadai Dampak Kekeringan

Peta prakiraan curah hujan pada Agustus 2023 di wilayah Jawa Tengah. - Image

Peta prakiraan curah hujan pada Agustus 2023 di wilayah Jawa Tengah.

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Tengah khususnya Jateng bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng mewaspadai dampak kekeringan pada puncak musim kemarau 2023. Kondisi itu dibarengi dengan fenomena El Nino.

”Agustus ini diprakirakan sebagai puncak musim kemarau khususnya di wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Kamis (3/8).

Dia mengatakan berdasar prediksi BMKG, indeks El Nino semakin menguat dari yang awalnya masih lemah mulai menjadi moderat. Dengan demikian, kondisi pada puncak musim kemarau 2023 diprediksi akan lebih kering daripada saat kemarau beberapa tahun sebelumnya yang tidak dibarengi dengan El Nino.

Selain itu, lanjut Teguh Wardoyo, BMKG memprediksi nilai Dipole Mode Indeks (DMI) dari Agustus hingga Desember berkisar 0,61-1,49 atau masuk kategori positif. Sehingga, berdampak pada berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia.

”Dipole Mode merupakan fenomena interaksi laut dengan atmosfer di Samudra Hindia yang dihitung berdasar perbedaan nilai atau selisih suhu permukaan laut antara pantai timur Afrika dan pantai barat Sumatra. Perbedaan nilai anomali suhu permukaan laut itu disebut sebagai Dipole Mode Indeks (DMI),” jelas Teguh Wardoyo.

Dia mengatakan, jika DMI positif umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia bagian barat. Sedangkan DMI negatif berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.

Dalam hal ini, menurut dia, DMI dianggap normal ketika nilainya berkisar negatif 0,4 hingga positif 0,4.

”Berdasar evaluasi kondisi dinamika atmosfer tersebut, pada Agustus curah hujan di wilayah Jawa Tengah umumnya diprakirakan berkisar 0-50 milimeter dengan sifat hujan umumnya bawah normal (BN),” papar Teguh Wardoyo.

Kendati demikian, dia mengatakan berdasar prakiraan yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, sifat hujan pada Agustus di beberapa wilayah pegunungan tengah Jateng seperti sebagian kecil wilayah utara Kabupaten Purbalingga dan sebagian wilayah Kabupaten Pemalang diprakirakan normal. Bahkan, curah hujan pada Agustus di sebagian wilayah selatan Kabupaten Pemalang dan Pekalongan serta sebagian wilayah utara Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara diprakirakan berkisar 51-100 milimeter.

”Musim kemarau bukan berarti sama sekali tidak ada hujan, karena potensi hujan tetap ada meskipun curahnya kecil,” jelas Teguh Wardoyo.

Dia menambahkan, wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng curah hujannya diprediksi berkisar 0-20 milimeter. Yakni meliputi sebagian besar Kabupaten Cilacap, sebagian besar Kabupaten Kebumen, sebagian besar Kabupaten Purworejo, dan sebagian wilayah barat Kabupaten Banyumas.

Wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng yang curah hujannya diprakirakan berkisar 21-50 milimeter meliputi sebagian wilayah selatan-timur Kabupaten Cilacap, sebagian wilayah timur Kebumen, sebagian wilayah utara Purworejo, wilayah timur Banyumas, sebagian besar Purbalingga, dan sebagian besar Banjarnegara.

”Terkait prakiraan cuaca tersebut, kami mengimbau masyarakat di wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk mewaspadai ancaman kekeringan dan dampak El Nino pada puncak musim kemarau tahun ini,” kata Teguh.

Menurut dia, beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi ancaman kekeringan di antaranya hemat dalam penggunaan air bersih dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar rumput agar tidak terjadi kebakaran lahan.

”Bagi masyarakat yang mempunyai kebiasaan membakar sampah di pekarangan, pastikan api atau bara yang dihasilkan sudah benar-benar padam sebelum ditinggalkan dan jangan membakar sampah terlalu dekat dengan rumah agar terhindar dari kebakaran,” ucap Teguh Wardoyo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore