Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 19.32 WIB

Warga Berharap Pendataan Penerima Elpiji Melon Tak Salah Sasaran Lagi

DEMI DAPUR: Sejumlah ibu rumah tangga menggelar aksi di Jalan Titi Pahlawan, Medan, Senin (24/7). Mereka memprotes kelangkaan elpiji melon yang tak kunjung teratasi. - Image

DEMI DAPUR: Sejumlah ibu rumah tangga menggelar aksi di Jalan Titi Pahlawan, Medan, Senin (24/7). Mereka memprotes kelangkaan elpiji melon yang tak kunjung teratasi.

JawaPos.com - Kendati Pertamina menyebut stok elpiji melon aman, hingga kemarin kelangkaan masih terjadi di beberapa daerah. Di Kabupaten Probolinggo, misalnya. Dari laporan Jawa Pos Radar Bromo, warga yang tinggal di Kecamatan Pajarakan masih sulit menemukan elpiji melon.

”Keliling dari toko ke toko, cukup sulit cari elpiji melon. Ada pun kadang tidak dikasih oleh tokonya. Karena sudah ada yang punya, belum diambil,” keluh Maisyaroh, warga Pajarakan.

Ali, pemilik toko ritel di Kecamatan Krejengan, mengatakan bahwa suplai elpiji melon masih sulit. ”Hari ini saja sudah ada sepuluh orang yang tanya. Bahkan, ada dari luar desa,” ujarnya kemarin. Ali sempat bertanya kepada agen yang biasa menyuplai ke tokonya. Namun, dia tidak mendapatkan jawaban memuaskan. ”Biasanya ada tiga agen yang datang. Saat tanya sama agen satu dan lainnya, bilang kosong semua,” katanya.

Sejumlah warga juga resah mendengar rencana pendataan calon penerima elpiji melon. Mereka khawatir pendataan itu tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya. ”Ini saja belum diterapkan sudah sulit. Takut nanti pendataannya sembarangan. Kan bisa-bisa masyarakat yang layak malah tak terdata dan tidak bisa beli,” ujar warga Krejengan, Abdul.

Di Banyuwangi, kelangkaan elpiji direspons pemkab dengan menggelar operasi pasar dengan menggandeng Pertamina. Kemarin (25/7) operasi pasar dilaksanakan di pendopo kantor Kecamatan Genteng dan RTH Blambangan, Kecamatan Muncar. Harga eceran tertinggi (HET) Rp 16 ribu per tabung. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung. Selain itu, warga harus membawa fotokopi KTP. ”Satu titik diberi jatah sekitar 1.680 tabung gas. Itu dibagi di tiga mobil,” kata Camat Genteng Satriyo kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Di Kabupaten Kediri, dinas perdagangan (disdag) kemarin menggelar sidak di sejumlah pangkalan elpiji. Hasilnya, tim menemukan proses distribusi elpiji yang belum merata di semua wilayah Kediri. Karena itu, mereka akan melakukan evaluasi bersama Pertamina. Termasuk mengkaji opsi penambahan stok dan pangkalan dalam waktu dekat. ”Kami sudah cek di beberapa tempat dan hasilnya memang distribusi elpiji yang tidak merata jadi salah satu penyebab elpiji langka,” terang Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Kelangkaan juga terjadi di luar Pulau Jawa. Di Medan, misalnya, sudah dua pekan ini elpiji melon sulit ditemukan. Dari pantauan Sumut Pos, sejumlah pangkalan gas di pesisir Kota Medan mengalami kekosongan. Setiap suplai elpiji datang langsung habis diborong warga.

Saniah, 57, warga setempat, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari elpiji melon. Dia berkeliling dari satu toko ke toko lain. ”Setiap kedai saya datangi, Bang, tapi semuanya habis. Bahkan, pangkalan dan SPBU yang biasa banyak gas, ini udah kosong,” keluhnya. Dia berharap Pemkot Medan segera menyelesaikan problem tersebut. ”Kalau kayak gini yang repot kami, kaum ibu-ibu, gak bisa masak untuk kebutuhan keluarga,” ucapnya. (map/sas/gas/abi/wib/ais/ut/mu/rud/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore