Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juli 2023 | 18.05 WIB

Mutilasi dan Rebus Redho Tri Agustian di Sleman, Sosiolog Sebut Waliyin dan RD Pintar

Waliyin (rambut dicat), pelaku mutilasi mahasiswa UMY, disebut memiliki 2 karakter berbeda. - Image

Waliyin (rambut dicat), pelaku mutilasi mahasiswa UMY, disebut memiliki 2 karakter berbeda.

JawaPos.com - Sosiolog Kriminalitas purna Universitas Gadjah Mada (UGM) Soeprapto menyebut kasus mutilasi hingga merebus korban yang dilakukan Waliyin, 29, dan RD, 38, kepada mahasiswa UMY Redho Tri Agustian merupakan metode baru untuk menghilangkan bukti. 

Ia mengatakan bahwa biasanya, metode untuk menghilangkan bukti mutilasi adalah dengan menghancurkan kulit jari korban dengan cara mengulitinya. Namun, Waliyin dan RD justru dengan cara merebusnya.
 
"Selama ini data yang saya peroleh di dalam proses mutilasi, itu tidak ada yang wujudnya merebus ya," kata Soeprapto saat dihubungi wartawan, Minggu (23/7).
 
"Tetapi kalau yang kemudian merusak kulit misalnya, telapak tangan, jari tangan itu memang sering terjadi. Tapi yang merebus itu keliatannya baru," imbuhnya.
 
 
Oleh karena itu, Soeprapto memandang bahwa langkah pelaku untuk merebus anggota tubuh korban yang sudah dimutilasi merupakan langkah yang licik.
 
"Jadi saya pikir memang pelaku ini cukup cerdas. Ketika dia sudah melakukan tindakan penganiayaan sampai menyebabkan kematian, dia berusaha menghilangkan jejak dengan memutilasi, kemudian menghilangkan jejak dengan merebus," jelasnya.
 
Namun begitu, ia mengatakan bahwa hal itu masih menunjukkan bahwa pelaku bukan merupakan penjahat murni. Sehingga, Waliyin dan RD tidak mengetahui bahwa merebus anggota tubuh korban tak semata-mata membuat sidik jari tak bisa diselidiki.
 
"Tetapi merebus itu tidak selalu akan merusak sidik jari. Tergantung dari kondisinya. Kalau sampai betul-betul hancur ya iya. Tetapi belum tentu juga bahwa sidik jari itu akan hilang," jelasnya.
 
"Sehingga apa yang dia lakukan tidak maksimal dan dia tidak menyadari bahwa sekarang teknologi yang dimiliki oleh pihak kepolisian ataupun pelacak itu sudah canggih," pungkas Soeprapto.
 
Sebelumnya, motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian oleh Waliyin, 29, dan RD, 38, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Meski masih belum sepenuhnya dibuka penyidik Diterskrimum Polda DIJ, tapi sudah mulai ada titik terang.
 
 
Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengungkap antara kedua pelaku dan korban sudah saling kenal. Perkenalan pelaku dengan korban disebut Endriadi terjadi karena ketiganya tergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas itu sendiri juga disebut melakukan aktivitas yang tidak wajar.
 
Pertemuan antara Redho Tri Agustian dengan Waliyin dan RD terjadi setelah ketiganya melakukan komunikasi. Setelah bertemu, Endriadi menyebut ketiganya melakukan aktivitas yang tidak wajar. Hanya saja, Endriadi sama sekali tidak menjelaskan secara rinci 'aktivitas tidak wajar' yang dimaksudnya. Hanya saja dia menyebut bahwa aktivitas itu berhubungan dengan kekerasan.
 
"Nanti masih kami lakukan pendalaman selanjutnya akan disampaikan kembali," kata Endriadi seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore