Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juli 2023 | 15.50 WIB

Menko PMK Minta Kompleks Olahraga Bekas PON Papua Jadi Pusat Pembinaan Atlet

Menko PMK Muhadjir Effendy saat hadir membuka Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII). - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy saat hadir membuka Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII).

JawaPos.com–Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau arena olahraga di Kompleks Olahraga Lukas Enembe, Sentani Timur, Jayapura, Provinsi Papua. Peninjauan itu bertujuan untuk mengecek pemanfaatan sarana dan prasarana Kompleks Olahraga Stadion Lukas Enembe pasca pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke XVI Papua pada 2021. 

Pelaksanaan PON dan Peparnas semula dijadwalkan pada 2020 tetapi ditunda menjadi 2021 karena pandemi Covid-19. Menko PMK Melihat sarana dan prasarana di Stadion Lukas Enembe, seperti bus angkut atlet dan official selama pelaksanaan PON dan Peparnas, serta menengok Arena Akuatik Lukas Enembe.

Di Stadion Lukas Enembe, Muhadjir melihat kondisi sarana dan prasarana di dalam stadion masih sangat baik. Termasuk juga rumput stadion yang selalu terjaga baik. Namun, pemanfaatannya yang minim membuat keadaan interior terlihat kurang terawat. 

”Saya kira dari Pemprov dan PSSI perlu memberikan perhatian khusus untuk lapangan yang sudah dibangun dengan biaya mahal ini untuk bagaimana betul-betul menjadi titik tolak memajukan persepakbolaan di wilayah Provinsi Papua. Apalagi dari sini banyak putra Papua yang berbakat di sepak bola,” ujar Muhadjir Effendy.

Peninjauan dilanjutkan di Arena Akuatik Lukas Enembe. Menko PMK melihat megahnya arena akuatik standar internasional itu. Dia memuji kondisi arena akuatik yang terawat dengan baik oleh pihak pengelola dan pemprov. 

Namun, pemanfaatannya yang sangat minim dikhawatirkan akan mengurangi kualitas arena. Menko Muhadjir mengatakan, saat ini arena tersebut belum diizinkan pemanfaatannya untuk umum baik perorangan atau klub, tetapi akan segera ada peraturan daerah (Perda) yang akan membuka arena untuk umum. 

”Mudah-mudahan kalau peraturan disusun, ini bisa digunakan untuk klub atau masyarakat umum, tentu saja bisa menjadi sumber pendapatan pemerintah provinsi sehingga untuk merawat perbaikan tidak perlu menggunakan anggaran langsung tapi bisa dimanfaatkan dari penggunaan venue,” jelas Muhadjir.

Muhadjir berharap, adanya fasilitas olahraga akuatik standar internasional yang ada di Provinsi Papua dapat melahirkan atlet renang yang hebat dari Bumi Cendrawasih Papua. 

”Dengan adanya fasilitas keren ini akan lahir perenang hebat dari putra Papua, sehingga sesuai dengan visi presiden akan menjadikan Papua ini menjadi sumber atlet nasional yang memiliki reputasi internasional,” ucap Muhadjir Effendy.

Selain itu, fasilitas yang telah dibangun untuk PON dan Peparnas bisa menjadi pemusatan dan pembinaan atlet yang akan melahirkan talenta olahraga nasional.

”Itu cita-cita presiden dengan mengadakan PON biaya besar, fasilitas internasional, kita harapkan ini menjadi sumber atlet nanti. Mulai sepak bola, renang, baseball bisa diarahkan di Papua ini. Nanti atlet-atlet nasional bisa dipusatkan di Papua,” ujar Muhadjir Effendy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore