Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2023 | 19.08 WIB

6 Fakta Kasus Mutilasi di Sleman, Kepala, Kaki, hingga Tangan Dieksekusi

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa) - Image

2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus mutilasi yang menimpa Redho Tri Agustian menyisakan fakta-fakta mengerikan. Meski dilakukan oleh orang amatir, namun menyisakan kisah yang membuat masyarakat kaget.
 
Setidaknya ada 6 fakta yang begitu mengagetkan. Mulai dari kepala dipotong pertama kali, hingga potongan tubuh direbus. Berikut 6 fakta tersebut:
 
1. Bergabung di komunitas tidak wajar
 
Pelaku bernama Waliyin dengan Redho diketahui tergabung dalam satu komunitas tidak wajar di media sosial. Mereka saling mengenal satu sama lain di dalam grup tersebut.
 
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan, penyidik akan melakukan digital forensik pada media sosial pelaku untuk mendalami chat atau obrolan di media sosial. Diketahui bahwa antara pelaku dan korban terlibat dalam grup tidak wajar atau menyimpang di media sosial.
 
 
"Polisi tengah mendalami obrolan melalui digital forensik. Polisi akan mendalami obrolan chat di aplikasi Whatsapp maupun media sosial yang menjadi wadah para pelaku dan korban tergabung," ungkap Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi, Rabu (19/7).
 
Antara korban dan pelaku saling kenal. Mereka tergabung dalam satu komunitas tidak wajar di media sosial.
 
"Salah satu pelaku datang ke Jogjakarta atas ajakan pelaku lain untuk menemui korban. Pelaku yang berdomisili di Jogjakarta menemui pelaku lain dari luar daerah Jogjakarta," beber FX Endriadi.
 
Mereka kemudian berkumpul di lokasi atau indekos salah satu pelaku yakni Waliyin di wilayah Krapyak, Triharjo, Kabupaten Sleman. Korban dan pelaku yang tergabung dalam komunitas tidak wajar kemudian melakukan aktivitas kekerasan satu sama lain secara berlebihan.
 
2. Waliyin tidak bergaul dengan perempuan
 
Reno, tetangga kos yang tinggal bersebelahan dengan kamar kos Waliyin mengungkap fakta lain. Reno mengaku dirinya sama sekali tidak pernah melihat Waliyin bergaul dengan perempuan. Dia juga mengaku tidak pernah menemui sosok misterius itu kedatangan tamu teman perempuan.
 
Sebaliknya, Reno mengaku sudah beberapa kali melihat langsung Waliyin pulang membawa cowok. Akan tetapi, Reno juga sama sekali tidak mengenal teman laki-laki yang dibawa pulang ke tempat kos oleh pelaku mutilasi terhadap Redho Tri Agustian itu.
 
"Sering (menginap). Teman cowok," beber Reno
 
Meski demikian, baik dirinya maupun tetangga kos lainnya sama sekali tidak pernah menaruh curiga. Menurutnya, karena teman yang diajaknya seorang laki-laki sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di tetangga sekitar.
 
3. Melakukan kegiatan berlebihan 
 
 
Saat keduanya bertemu, diduga melakukan kegiatan tak wajar di kos pelaku W di Triharjo, Kabupaten Sleman pada Selasa (11/7) malam.. Hal ini yang menyebabkan kematian Redho.
 
"Mereka melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain. Ini terjadi berlebihan sehingga mengakibatkan korban meninggal," kata Endriadi.
 
4. Pelaku panik dan memutilasi
 
Setelah korban meninggal, pelaku panik. Saat itulah ide melakukan mutilasi muncul. Cara ini dianggap pelaku untuk menghilangkan jejak pembunuhan.
 
"Setelah korban meninggal para pelaku kemudian panik kemudian berniat menghilangkan jejak peristiwa tersebut. Setelah panik mereka melakukan upaya pemotongan atau mutilasi," ucap Endriadi.
 
Bagian tubuh korban satu persatu dipotong oleh pelaku. "Itu dilakukan dengan cara memotong kepala korban, pergelangan tangan, kaki kemudian bagian tubuh, hingga menguliti tubuh korban," sambungnya.
 
 
5. Kepala korban dipotong pertama kali
 
Bagian tubuh yang pertama kali dipotong oleh Waliyin dan RD adalah kepala. Mutilasi dipilih oleh korban agar tidak ada yang mengetahui telah terjadi pembunuhan.
 
Kedua pelaku akhirnya memutuskan untuk memotong-motong tubuh korban. Hal pertama yang dilakukan pelaku adalah dengan memotong bagian kepala, pergelangan tangan dan kaki.
 
6. Potongan tangan dan kaki direbus
 
Tak sampai di memotong kepala. Kedua pelaku juga memutuskan merebus bagian tubuh korban. Tujuannya untuk menghilangkan identitas korban, yakni berupa sidik jari.
 
"Untuk menghilangkan jejaknya, terhadap pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pelaku merebusnya untuk menghilangkan sidik jarinya," pungkas Endriadi.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore