
Cuplikan film Silariang
JawaPos.com - Pembunuhan yang terjadi di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/3) malam seolah menjadi kisah nyata dari cerita Siri' dalam film "Silariang" yang belum lama ini tayang di bioskop.
Dalam kisah adat dari Sulawesi Selatan itu, seorang ayah membunuh kekasih anaknya sendiri, karena menikah dengan orang lain, padahal anaknya dalam keadaan hamil perbuatan dari kekasihnya itu.
Rian Dahlan (22) warga Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto merengang nyawa dengan enam luka tikam, karena diduga dihabisi UJ (43) alias Bada warga Kelurahan Tenilo, Limboto, yang tidak lain ayah dari pacarnya, sebut saja Jelita (bukan nama sebenarnya,red).
UJ diduga tidak terima anaknya dihamili Rian yang kini usia kandungan sudah memasuki tiga bulan. Yang lebih membuat UJ naik pitam adalah ketika melihat Rian malah bersama wanita lain.
Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), insiden pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Bermula ketika Bada yang kesehariannya sebagai pengemudi bentor (becak motor) ini sedang menonton pertandingan sepak bola mini di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto.
Dalam perjalanan balik ke rumah usai menonton sepak bola, Bada melihat Rian pacar dari anaknnya itu sedang berboncengan mesra dengan perempuan lain warga Kelurahan Kayubulan yang diketahui berinisial AO (24).
Padahal, baru sekitar 10 hari sebelumnya, Rian telah berjanji kepada Bada, akan menikahi Jelita yang kini telah mengandung janin hasil buah cintanya dengan Jelita. Bada yang emosi melihat kejadian tersebut terus membuntuti Rian.
Bada menduga perempuan yang bersama Rian adalah selingkuhanya. Tepat di depan SDN 08 Limboto, Bada langsung memberhentikan Rian dengan cara menyalip sepeda motor yang ditunggangi Rian. Bada lalu memanggil Rian dengan maksud untuk membicarakan sesuatu. AO yang khawatir jangan sampai terjadi sesuatu dengan Rian itu meminta Bada untuk langsung menceritakan maksud dan tujuannya di hadapannya.
"Kalau ada yang mau disampaikan, langsung dihadapan saya saja supaya terbuka biar saya tahu masalah apa yang terjadi,"ujar AO saat itu. Mendengar perkataan AO, Bada pun langsung menanyakan kepastian tentang pertanggungjawaban Rian terhadap Jelita yang sudah dihamilinya.
Bukannya mengakui, Rian diduga malah mengelak, ia membantah jika dirinya yang telah menghamili Jelita. Terjadilah percekcokan antar keduanya di tempat yang sepi itu. Seketika Bada langsung mengeluarkan sebilah pisau badik yang terselip di pinggangnya. Dengan emosi, Bada langsung menyerang Rian secara membabi buta dengan pisaunya.
Dengan enam tusukan yang bersarang di tubuh Rian, pemuda ini pun tewas seketika. Enam tikaman yakni di bagian perut (dua tusukan), dada kanan, bawah ketiak sebelah kiri, lengan kiri luar, hingga pergelangan tangan kanan. Darah segar mengucur deras dari sejumlah titik luka tikaman pada anggota tubuh Rian. Akibat kehabisan darah, Rian seketika itu juga langsung roboh.
AO yang merasa ketakutan hanya bisa berteriak minta tolong kepada warga setempat. Sementara Bada yang tak ingin menjadi korban amuk massa langsung melarikan diri dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian Polres Gorontalo sekitar pukul 23.00 wita. Mendengar
suara teriakan AO, warga setempat langsung berkumpul di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itu juga warga segera melarikan Rian yang sudah dalam kondisi bersimbah darah di sekujur tubuhnya ke Rumah Sakit MM Dunda Limboto. Setibanya di rumah sakit, ternyata Rian saat diperika tim medis sudah tak bernyawa lagi.
AO saat diinterogasi polisi mengaku sebagai pacarnya Rian. "Saat itu kami sedang jalan-jalan, tiba-tiba om itu (Bada,red) datang dan langsung berhentikan motor kami. Sempat bercakap dengan Rian, tiba-tiba om Bada langsung keluarkan pisau dan menikan Rian," kata AO dengan bibir gemetar menceritakan kejadian yang dilihatnya.
Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Hanry Tambunan, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya dalam hal ini penyidik sudah turun ke lapangan melakukan olah TKP guna proses penyelidikan lebih lanjut. "Hingga saat ini pelakunya masih kami periksa, dan barang bukti berupa sebilah pisau badik yang digunakannya untuk menikam juga telah kami amankan. Selanjutnya kami nanti akan periksa sejumlah saksi lain,"tandas Tambunan.
Sementara itu informasi yang diterima, Rian telah dikebumikan di pekuburan keluarga Desa Bulota Kecamatan Limboto Kamis (30/3) kemarin sekitar pukul 14.00 wita. (tr-55/sad/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
