Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 19.07 WIB

Redho Tri Agustian Dikenal Sosok Ramah dan Pintar, Hampir Tak Percaya Jadi Korban Mutilasi Waliyin di Sleman

Unggahan Instagram Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY hilang korban mutilasi Sleman (Instagram Redho Tri Agustian) - Image

Unggahan Instagram Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY hilang korban mutilasi Sleman (Instagram Redho Tri Agustian)

JawaPos.com - Terungkapnya korban mutilasi di Sleman ternyata mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Redho Tri Agustian, menyisakan duka mendalam bagi teman-temannya. Mereka tak mengira Redho cepat meninggalkan mereka dengan cara sadis.

Salah satu yang sedih atas meninggalnya Redho adalah Wardah Afifah. Ia teman satu jurusan sekaligus teman main mahasiswa asal Pangkalpinang, Bangka Belitung itu. Afifah mengaku ia sudah berteman dengan Tomi (sapaan akrab Rhedo di kampus) sejak masuk kuliah dan berteman dekat sejak semester dua.

“Jadi kita tu dulu ikut lomba International Moot Court Competition (IMCC) bareng-bareng,” ungkapnya seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Kamis (20/7).

Menurut Afifah, Redho adalah sosok anak yang pinter, humble, dan ramah ke semua orang. “Intinya dia itu sama orang baru bisa sedekat itu,” ungkapnya.

Afifah menuturkan, dia sempat tidak percaya Redho bisa menjadi korban mutilasi. Sebab, menurutnya, dia orang yang memiliki pribadi sangat baik.

Afifah juga mengaku keseharian dari korban sangat padat dengan kegiatan. Redho juga lolos dari Duta Genre 2023, ikut BEM universitas sebagai staf, dan ketua YSI, aktif di MC, dan kegiatan-kegiatan lain di luar kampus.

Afifah teman satu kelas Redho waktu mahasiswa baru. Namun seiring berjalannya waktu, ia hanya menjadi teman mainnya saja.

Karena aktivitas Redho yang sangat padat, Afifah mengaku belakangan tidak pernah bertemu dengan almarhum. “Sebelum-sebelumnya kami mainnya bareng terus,” ucapnya.

Afifah tidak menyangka Redho menjadi korban mutilasi. Ia juga mengungkapkan almarhum tidak meninggalkan pesan terakhir kepada teman-temannya.

Terakhir hubungan lewat chat dengan korban, sudah cukup lama, 12 Juni lalu. “Setelah itu dia hilang. Terus aku nge-chat dan aku telepon biasa, udah mati kartunya,” katanya.

Menurut pengakuan Afifah, sebelum ada pemberitaan tentang mutilasi dari media, ia dan teman-temannya sudah mencari Rhedo. “Sudah ngecek di kosnya juga. Dan, tidak ada petunjuk dari dia,” bebernya.

Afifah mengaku sangat kehilangan sosok Rhedo. Sebab, menurutnya dan teman-temannya, Redho sudah seperti menjadi keluarga sendiri.

Soal si pelaku, Afifah mengaku tidak pernah menjumpainya. “Ketika kita mengetahui sang pelaku, benar-benar tidak tahu. Kita juga tidak tahu pelaku itu punya hubungan apa sama Tomi,” tandasnya.

Kesedian juga dirasakan teman Redho yang lain, berisinial AL. Ia mengaku salah satu teman dekatnya. AL adalah teman satu komunitas debat dengan almarhum.

“Saya kan kakak tingkatnya. Kami beda jurusan. Dia jurusan hukum, saya hubungan internasional,” ucapnya. Menurut AL, Redho anak yang sangat baik, pintar, dan berprestasi, serta murah senyum.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore