
2 pelaku mutilasi Sleman ditangkap Polda DIJ dalam pelariannya di Bogor, Jawa Barat. (Radar Jogja)
JawaPos.com - Misteri kasus mutilasi mahasiswa UMY, Redho Tri Agustian yang dilakukan Waliyin dan RD sedikit demi sedikit akhirnya terungkap. Meskipun polisi saat ini sudah menangkap warga Magelang berusia 29 tahun dan warga DKI Jakarta berusia 38 tahun itu.
Seperti diberitakan PojokSatu (Jawa Pos Grup), Waliyin dan RD ditangkap polisi saat keduanya melarikan diri dan bersebunyi di Bogor, Jawa Barat. Keduanya langsung dibawa ke Polda DIJ untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Kasus ini sendiri ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIJ. Kendati demikian, satu per satu fakta sudah didapatkan polisi.
Baik berdasarkan keterangan dan pengakuan kedua pelaku, maupun dari berbagai barang bukti yang sudah diamankan.
Salah satu fakta terungkap adalah pemicu Waliyin dan RD mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian. Sebelumnya, mahasiswa UMY itu dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Kasihan, Bantul.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa Redho terakhir kali terlihat pada Selasa (11/7) dini hari. Sejak saat itu, Redho sama sekali tidak pernah kembali ke tempat kos-nya.
Sementara, penemuan sebagian potongan tubuh korban mutilasi itu terjadi sehari setelahnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes FX Endriadi mengungkap, mutilasi mahasiswa UMY itu bermula dari perkenalan di media sosial. Endriadi menyatakan, korban dan pelaku adalah anggota sebuah komunitas yang memiliki grup media sosial Facebook.
Disebutkan bahwa bahwa komunitas itu melakukan aktivitas tidak wajar. Sayangnya, tidak dijelaskan secara jelas dan detil soal 'aktivitas tidak wajar' tersebut.
Karena sama-sama menjadi anggota komunitas tersebut, Redho, Waliyin dan RD akhirnya kerap berinteraksi. Interaksi yang cukup sering dan intens itu pula yang kemudian mengawali ketiganya saling berkenalan.
Endriadi menerangkan, perkenalan antara Redho, Waliyin dan RD terjadi sekitar 3 bulan sebelumnya. Sejak saat itu, korban dan kedua pelaku semakin intens berkomunikasi satu sama lainnya.
Dari komunikasi itens dan perkenalan itu, ketiganya lantas sepakat untuk melakukan pertemuan alias kopi darat. Hal itu dimulai oleh Waliyin yang mengundang RD datang ke Jogjakarta.
Undangan itu lantas disanggupi RD yang merupakan warga DKI Jakarta. Tujuan dari undangan Waliyin ke Jogjakarta itu tidak lain adalah juga untuk bertemu dengan Redho.
Setibanya di Jogjakarta, RD langsung dijemput oleh Waliyin. RD kemudian diajak menginap di tempat kos Waliyin di Dusun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman.
Selanjutnya, korban dan kedua pelaku disebut Endriadi melakukan aktivitas tidak wajar sebagaimana ia maksud sebelumnya. Disebutkan bahwa hal itu dilakukan secara bersama-sama.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
