
BKSDA Jatim mengapresiasi kegiatan PHE WMO memperkaya data konservasi.
JawaPos.com–Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mengapresiasi kegiatan PHE WMO dalam melakukan upaya pelestarian lingkungan di Taman Wisata Labuhan. Itu telah memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan tumbuhan dan satwa. PHE WMO juga dipuji karena memperkaya data konservasi di wilayah tersebut.
PHE WMO yang merupakan bagian dari zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream bekerja sama dengan Yayasan EKSAI dalam kegiatan Bird Banding sepanjang 2016-2021 telah mampu menandai 202 individu burung yang terdiri tas 32 jenis. Dari jumlah tersebut, satu jenis burung berstatus endangered, 7 jenis berstatus protected, dan 4 jenis burung merupakan burung endemik.
Sedangkan melalui kerja sama dengan ITS dalam kegiatan monitoring, didapatkan data bahwa dulu Labuhan yang mengalami kerusakan mangrove tertinggi dibanding 5 desa sekitar. Hal itu berdasar Studi Rencana Aksi Pengembangan Mangrove pada 2014. Tahun ini lokasi tersebut telah menjadi kawasan mangrove yang berstatus baik atau rapat, dengan kerapatan pohon di sisi utara yakni 2.100 tegakkan PWE hektare dan 4.600 tegakkan per hektare di sisi barat.
Hal tersebut disampaikan di sela kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dan Monitoring Keanekaragaman Hayati di lokasi program CSR dan Konservasi Taman Wisata Laut Labuhan pada Selasa (4/7). Selain dihadiri BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Gresik dan SKW IV Madura Jawa Timur, kegiatan tersebut juga dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan, Yayasan EKSAI (Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia), Agrie Conservation, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta kelompok pengelola program.
Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik Ichwan, menyampaikan apresiasi kepada PHE WMO atas kegiatan konservasi yang telah dilakukan, khususnya di wilayah Madura bagian Utara. BKSDA mendukung untuk melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi local hero untuk mendapatkan sertifikasi sebagai penggerak konservasi.
Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA SKW IV Madura Dhany, juga berterima kasih kepada PHE WMO, dengan adanya kegiatan konservasi yang telah dilakukan dapat memperkaya data-data konservasi untuk di wilayah Madura.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan Anang Yulianto siap bekerja sama untuk melakukan perbaikan ekosistem yang mampu meningkatkan kualitas hidup, baik air, udara maupun tutupan lahan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
”Kolaborasi antar stakeholder merupakan hal penting untuk menciptakan keberlanjutan program, masing-masing instansi tentunya juga memiliki keahlian yang berbeda-beda. Dengan adanya kerja sama yang dilakukan, kami berharap, program-program konservasi lingkungan yang dikembangkan melalui program CSR perusahaan dapat melibatkan banyak stakeholder sehingga dapat memperluas kebermanfaatan,” ujar Markus Pramudito, Manager PHE WMO Field.
Peningkatan kualitas hidup baik pada ekosistem daratan maupun lautan merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai sektor mulai dari pemerintah, perusahaan, pegiat lingkungan, perguruan tinggi, maupun masyarakat sekitar.
Muhamad Arifin, General Manager Zona 11, juga mendukung kegiatan kolaboratif yang akan dilaksanakan PHE WMO, BKSDA, DLH, Yayasan EKSAI, Agrie Conservation, dan juga ITS dalam kegiatan monitoring. Hal tersebut perlu dilakukan secara kolaboratif untuk dapat menciptakan rekomendasi perbaikan program ke depannya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
