Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2023 | 05.44 WIB

Longsor di Bali, Satu Orang Meninggal, Satu Orang Luka Berat, dan Satu Orang Hilang

Pencariaan seorang warga terdampak longsor di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, yang hilang dan belum ditemukan hingga hari ini, Jumat (7/7). - Image

Pencariaan seorang warga terdampak longsor di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, yang hilang dan belum ditemukan hingga hari ini, Jumat (7/7).

JawaPos.com - Seorang warga terdampak longsor di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, hilang dan belum ditemukan hingga hari ini, Jumat (7/7). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem menginfokan bencana longsor terjadi di Desa Tribhuana, Kecamatan Abang, Kamis (6/7) malam kemarin.

Akibatnya, satu warga meninggal dunia dan 1 lainnya luka berat. Selain korban jiwa, BPBD setempat menyampaikan 1 rumah rusak berat yang terletak di perbukitan. 
 
"BPBD mengidentifikasi, hujan deras dan faktor struktur tanah labil menjadi pemicu terjadinya longsor," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (7/7).
 
 
Selain insiden di Kabupaten Karangasem, ia mengatakan bahwa beberapa peristiwa akibat bencana hidrometeorologi basah di sejumlah daerah Bali. Wilayah terdampak antara lain di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Klungkung, Jembrana dan Bangli. 
 
Dampak yang tercatat dari peristiwa di sejumlah wilayah tersebut, termasuk Karangasem, antara lain pohon tumbang 31 titik, bangunan rusak 4 titik, dan jalan rusak 1 titik. Sedangkan kejadian banjir 12 titik dan longsor 29 titik.  
 
"BPBD dan dinas terkait yang dibantu TNI, Polri dan relawan telah merespons dengan upaya tanggap darurat di lapangan," ungkap Muhari.
 
 
Adapun prakiraan cuaca Provinsi Bali dalam dua hari ke depan (8 - 9/7) menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi di sebagian besar wilayah Bali. 
 
"Pemerintah daerah dan warga diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor," tegasnya.
 
"Terkait dengan bahaya tanah longsor, warga dapat mengantisipasi dampak sejak dini, seperti evakuasi ke tempat aman apabila wilayahnya mengalami hujan lebat dengan durasi lama. Terlebih mereka yang tinggal di sekitar bukit atau tebing. Longsoran dapat dipicu dengan kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi," pungkas Muhari.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore