
Mendiang Kadek Suciani (kiri) bersama Kadek Dwi Cahya Putri Putu dan Wahyu Adi Saputra.
JawaPos.com - Motif utama sekeluarga bunuh diri di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis (23/2), terus didalami polisi. Konon sakit menahun yang menyebabkan keluarga muda ini nekat mengakhiri nyawa dengan jalan pintas. Namun, hamba hukum tak mau percaya begitu saja.
Kemarin (24/2) penyidik dari Polsek Tejakula kembali mendatangi lokasi di Banjar Dinas Jro Kuta, Desa Bondalem. Polisi mencari data rekam medis dari Kadek Artaya, 32; Kadek Suciani, 27; Putu Wahyu Adi Saputra, 7; dan Kadek Dwi Cahya Putri, 3.
Dari hasil penggeledahan, polisi hanya berhasil menemukan kartu pasien atas nama Putu Wahyu Adi Saputra, 7. Kartu pasien itu diterbitkan seorang dokter spesialis anak di Singaraja.
Sayangnya polisi tak berhasil menemukan kartu rekam medis maupun kartu pasien atas nama Kadek Suciani, 27. Dalam keluarga itu, Suciani yang disebut mengalami sakit keras. Disebut-sebut Suciani mengalami batuk tak kunjung sembuh. Bahkan, harus bolak-balik masuk rumah sakit.
"Depresi akibat penyakit ini kan baru motif sementara. Ini kami dalami lagi. Apa benar itu motifnya. Makanya kami cari kartu rekam medis, dan kami cross check nanti dengan tim medis terkait riwayat penyakit keluarga ini. Terutama anaknya (Putu Wahyu Adi Saputra) dan ibunya (Kadek Suciani) yang baru-baru ini sempat opname," kata Kapolsek Tejakula AKP I Putu Mangku Yasa.
Sementara itu, tetangga korban dibuat terkejut dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh keluarga Kadek Artaya. Selama ini tetangga korban memang mengenal Artaya sebagai sosok yang pendiam. Namun, ia juga dikenal pekerja keras. "Kerja apa pun mau dia. Mungkin karena uang habis untuk biaya berobat, akhirnya ambil jalan singkat begini. Sehari-hari biasa saja keluarga ini," ungkap Made Kerta Sucaya, tetangga korban.
Seperti diberitakan, satu keluarga di Desa Bondalem nekat melakukan aksi bunuh diri. Diduga keluarga itu mengalami depresi akibat sakit. Keempatnya sudah dikubur di Setra Desa Pakraman Bondalem pada Kamis petang lalu. (eps/mus/ami)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
