
Grafis
JawaPos.com- Pencurian dengan motif mengikuti korban yang baru mengambil uang dari sebuah bank dengan jumlah yang besar kembali terjadi. Kali ini menimpa Naim Abdul Halim, warga Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.
Dia harus kehilangan Rp 90 juta dalam sekejap. Padahal, rencananya uang tersebut digunakan untuk melunasi utang.
Berdasar informasi yang didapat dari korban, kejadian itu berawal ketika korban mengambil uang di salah satu bank swasta di Jalan Panglima Sudirman, Tulungagung, Rabu (24/5). Sekitar pukul 15.30, korban berniat pulang dan meletakkan uang di bawah jok motor Honda Beat biru dengan nopol AG 2401 QA.
Dalam perjalanan pulang, korban merasa dibuntuti dua orang yang tidak dikenal. Akhirnya korban memutuskan mampir ke rumah rekan korban di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.
Korban memarkir motornya di halaman rumah rekannya. Pada saat itulah, pelaku mengambil uang tersebut dengan membuka jok motor korban.
Naim menyatakan, dirinya sudah merasa ada kejanggalan saat keluar dari bank. Ketika itu, ujar dia, ada pria dengan tubuh tegap yang sedang menelpon dengan gaya mencurigakan.
Tetapi, dia tidak merespons hal tersebut hingga ada dua orang tak dikenal menggunakan motor matik hitam yang mulai mengikuti. ”Saat saya keluar dari bank, ada dua orang yang berboncengan, awalnya berada di depan Alfamart terus mengikuti,” ungkapnya kemarin.
Merasa ada yang mengikuti, Naim pun memutuskan singgah di salah satu rumah rekannya. Dia memarkir motornya dengan posisi uang Rp 90 juta di dalam jok.
Belum sampai tiga menit dia duduk, pelaku sudah berhasil mengambil uang dengan cara membuka jok dengan menggunakan kunci T. ”Saya mengatakan kepada teman saya bahwa ada orang yang mengikuti saya dari bank. Belum selesai bercerita, teman saya sudah mengetahui pelaku sedang membuka jok motor,” terangnya.
Mengetahui ada yang mencuri, salah seorang rekannya langsung mengejar dengan sepeda motor, bertepatan saat itu mobil patroli Polres Tulungagung melewati tempat kejadian dan ikut mengejar pelaku ke arah selatan. Namun, pelaku berhasil melarikan diri. ”Saya berpikir aman karena waktu itu di rumah teman saya ada sekitar enam orang. Pada waktu itu juga ada tetangga teman saya di depan rumah,” lanjut Naim.
Kasubbaghumas AKP Saeroji membenarkan telah terjadi tindakan pencurian di depan percetakan Makartiyasa, tepatnya di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Akibat pencurian tersebut, korban merasa dirugikan senilai Rp 90 juta. ”Benar, telah terjadi tindak pidana pencurian. Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan,” kata Saeroji. (hki/din/c25/diq)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
