Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2017 | 19.35 WIB

Pantang Terima Belas Kasihan, Mbah Sri Akhirnya Tewas di Lorong Pasar

Mbah Sri, sebutan akrab para pedagang di kawasan Pasar Lima, ditemukan tak bernyawa di lorong Pasar Lima Banjarmasin, Senin (22/5) pagi sekitar pukul 10.30 Wita. Foto diambil saat mau dievakuasi ke RS Ulin Banjarmasin. - Image

Mbah Sri, sebutan akrab para pedagang di kawasan Pasar Lima, ditemukan tak bernyawa di lorong Pasar Lima Banjarmasin, Senin (22/5) pagi sekitar pukul 10.30 Wita. Foto diambil saat mau dievakuasi ke RS Ulin Banjarmasin.


JawaPos.com - Suasana Pasar Lima mendadak heboh. Mbah Sri, panggilan akrab para pedagang di kawasan Pasar Lima, ditemukan tak bernyawa di lorong Pasar Lima Banjarmasin, Senin (22/5) pagi sekitar pukul 10.30 Wita.


Perempuan perantauan asal Pulau Jawa berusia 70 tahun itu ditemukan pertama oleh pemilik salah satu toko. Posisi dia berbaring miring ditumpukan kardus hasil dia mengais selama memulung.


Pengunjung dan pedagang pun berkerumun di lokasi penemuan sosok korban yang dikenal pantang menerima belas kasian orang ini.


“Ia kalau diberi sesuatu pasti banyak menolaknya, orangnya bersifat tak mengharapkan bantuan. Sehari-hari dia makan dan minum hasil menjual kardus yang dicari di sekeliling pasar ini,” ucap salah satu pedagang.


Terpisah,  pasangan suami istri Simon (57) dan Sriani (55), pedagang yang berdekatan dengan penemuan jasad tersebut mengatakan, terakhir kali mereka melihat korban tiga hari yang lalu.


Menurutnya, korban sudah 20 tahunan berada di Pasar Lima. Ia berasal dari Pulau Jawa. Sebelum ke Banjarmasin ia pernah menjadi transmigran di Kapuas, Kalimantan Tengah.


“Sabtu (20/5) tadi saya bertemu korban. Nah sejak saya buka warung tak melihat dia, tapi sekitar pukul 07.00, saat buka warung ada beberapa kali terdengar suara mengaduh, tidak keras sih. Setelah itu tidak terdengar lagi,” kisah pasutri ini.


Namun beberapa jam setelah itu, mereka kaget ketika pemilik toko di depan korban sering tidur mengabarkan bahwa Mbah Sri meninggal dunia.


Kapolsekta Banjarmasin Tengah Kompol Uskiansyah mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara,  tak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Bahkan menurut sejumlah pedagang dan masyarakat yang ada di lokasi penemuan bahwa korban memang kondisinya sakit-sakitan.


“Bekas luka di tangan itu menurut sejumlah saksi sudah lama dan untuk proses selanjutnya jasad korban tetap divisum,” jelas Uskiansyah. (lan/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore