
Ilustrasi
JawaPos.com BENGKULU – Suasana gaduh melanda ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M Yunus, Minggu (1/1) sore . Terjadi keributan antara keluarga pasien dengan pihak keamanan yang berujung pecahnya kaca pintu ruang ICU RSMY.
Pertengkaran berawal saat seorang keluarga pasien yang tenagh dirawat di ruang ICU tidak terima anggota keluarga seperti tidak terurus dalam ruang ICU.
Info yang dihimpun Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group), kejadian bemula seorang pasien bernama Kasman (59) harus mendapat perawatan di ruang ICU akibat sakit yang dideritanya. Kasman dimasukkan ke ruang ICU oleh petugas media setelah diketahui menderita sakit yang memang harus mendapatkan perawatan khusus di ICU.
Ketika pihak keluarga Kasman, yakni Oki (35) yang mendapati orang tuanya sepertinya tidak terurus dengan baik. Oki melihat penutup oksigen di mulut orang tuanya tidak tertutup dengan rapat, bahkan sampai bergeser.
"Orang tua kami tidak diurus di sini. Meski menggunakan BPJS, kami juga sudah membayar untuk perawatan orang tua kami," ujar Oki mengulas kembali protesnya kepada perawat yang menangani.
Suara Oki yang menggelegar sekitar ruang ICU mengundang pihak keamanan rumah sakit yang berjaga di ruang tersebut. Diketahui sebanyak 4 orang petugas keamanan langsung mendekati Oki dan tidak menerima protes Oki tersebut.
Sontak hal itu juga memancing emosi anggota keluarga yang lain, sehingga keributanpun tak terhindarkan.
Prankkk!!! Puncaknya, salah seorang anggota keluarga sampai memecahkan kaca pintu masuk ruang ICU.
"Kami protes mengenai perawatan orang tua kami mengapa demikian sampai terlepas penutup oksigen yang terpasang, namun dibalas dengan amarah. Wajar saja kami sampai marah juga," ujarnya.
Ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak rumah sakit, Kepala Regu Keamanan, Ramadan menjelaskan bahwa masalah tersebut sebetulnya tidak perlu dibesarkan, apalagi berada di ruang ICU.
Mengenai penutup oksigen yang sampai terlepas, menurut Ramadan dari penjelasan pihak yang merawat, diketahui orang tua atau pasien atas nama Kasman menderita penyakit stroke. Dalam perawatannya, pasien sering bergerak seperti terkejut.
Dari penjelasan dokter yang merawat, ada gumpalan darah dalam kepala pasien, sehingga menyebabkan pasien kadang bergerak, sehingga mengakibatkan penutup oksigennya bergeser.
Perawat bukannya tidak memperhatikan pasien. Kebetulan saat bersamaan ada pasien yang meninggal dunia. Sehingga pihak perawat masih sibuk mengurusi dan membereskan berbagai peralatan yang terpasang pada psien meninggal tersebut.
"Hanya miskomunikasi saja, karena perawat sedang sibuk juga saat keluarga pasien masuk," jelas Ramadan.(vla/nas/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
