Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Januari 2017 | 08.13 WIB

Prankkk! Keluarga Pasien Ngamuk Pecahkan Kaca Ruang ICU Rumah Sakit, Penyebabnya...

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com BENGKULU – Suasana gaduh melanda ruang ICU Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Dr. M Yunus, Minggu (1/1)  sore . Terjadi keributan antara keluarga pasien dengan pihak keamanan yang berujung pecahnya kaca pintu ruang ICU RSMY. 



Pertengkaran berawal saat seorang keluarga pasien  yang tenagh dirawat di ruang ICU  tidak terima anggota keluarga seperti tidak terurus dalam ruang ICU.



Info  yang dihimpun Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group),  kejadian bemula seorang pasien bernama Kasman (59) harus mendapat perawatan di ruang ICU akibat sakit yang dideritanya. Kasman dimasukkan ke ruang ICU oleh petugas media setelah diketahui menderita sakit yang memang harus mendapatkan perawatan khusus di ICU.





Ketika pihak keluarga Kasman, yakni Oki (35) yang mendapati orang tuanya sepertinya tidak terurus dengan baik. Oki  melihat penutup oksigen di mulut orang tuanya tidak tertutup dengan rapat, bahkan sampai bergeser.





"Orang tua kami tidak diurus di sini. Meski menggunakan BPJS,  kami juga  sudah membayar untuk perawatan orang tua kami," ujar Oki mengulas kembali protesnya kepada perawat yang menangani.



Suara Oki  yang menggelegar sekitar ruang ICU  mengundang pihak keamanan rumah sakit yang berjaga di ruang tersebut. Diketahui sebanyak 4 orang petugas keamanan langsung mendekati Oki dan tidak menerima protes Oki tersebut. 



Sontak hal itu juga memancing emosi anggota keluarga yang lain, sehingga keributanpun tak terhindarkan. 



Prankkk!!! Puncaknya, salah seorang anggota keluarga sampai memecahkan kaca pintu masuk ruang ICU.



"Kami protes mengenai perawatan orang tua kami mengapa demikian sampai terlepas penutup oksigen yang terpasang, namun dibalas dengan amarah. Wajar saja kami sampai marah juga," ujarnya.



Ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak rumah sakit, Kepala Regu Keamanan, Ramadan menjelaskan bahwa masalah tersebut sebetulnya tidak perlu dibesarkan, apalagi berada di ruang ICU. 



Mengenai penutup oksigen yang sampai terlepas, menurut Ramadan dari penjelasan pihak yang merawat, diketahui orang tua atau pasien atas nama Kasman menderita penyakit stroke. Dalam perawatannya, pasien sering bergerak seperti terkejut. 



Dari penjelasan dokter yang merawat, ada gumpalan darah dalam kepala pasien, sehingga menyebabkan pasien kadang bergerak, sehingga mengakibatkan penutup oksigennya bergeser.



Perawat  bukannya tidak memperhatikan pasien. Kebetulan saat bersamaan ada pasien yang meninggal dunia. Sehingga pihak perawat masih sibuk mengurusi dan membereskan berbagai peralatan yang terpasang pada psien meninggal tersebut. 



"Hanya miskomunikasi saja, karena perawat sedang sibuk juga saat keluarga pasien masuk," jelas Ramadan.(vla/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore