Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Mei 2017 | 10.15 WIB

Ditemukan Diduga Benda Peninggalan Sejarah, Jumlahnya Luar Biasa

Barang antik yang ditemukan di Sei Nyalo Mudiak Aia, kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pessel, Sumbar. - Image

Barang antik yang ditemukan di Sei Nyalo Mudiak Aia, kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pessel, Sumbar.

JawaPos.com - Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menemukan benda-benda antik yang diduga peninggalan sejarah.


Benda tersebut berupa piring, mangkok dan guci bertulisan Tiongkok. Lokasi tepat penempuannya di Nagari Sei Nyalo Mudik Air, Kecamatan Koto XI Tarusan, sekitar pukul 14.00, Senin (15/5).


Bahkan setelah dikumpulkan benda antik yang berbentuk serpihan itu jumlahnya mencapai tiga karung. Kini diamankan di kantor wali nagari yang masuk kawasan wisata Mandeh itu.


Pemuda Sei Nyalo, Satri mengungkapkan, barang antik itu ditemukan sekitar 250 meter dari pinggir pantai, atau tepatnya di seberang sebuah penginapan (cottage). Dia melihat piring, guci dan benda yang umumnya berbahan keramik lainnya bertulisan yang tidak dimengerti.


“Arahnya ke tulisan China (Tiongkok, red). Kami ada sekitar tujuh orang bersama seorang wisatawan asal Jawa Barat, bermaksud membersihkan makam-makam yang ada dekat lokasi penemuan itu. Kegiatan itu kami sebut sarung sakin, sudah merupakan agenda tahunan,” kata Ketua Pemuda Sadar Wisata Sei Nyalo itu seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (17/5).


Saidul, Ketua Pemuda Sei Nyalo menambahkan, saat itu salah seorang di antara mereka melihat benda berbentuk pecahan piring di balik bebatuan. Merasa penasaran, lalu melakukan penggalian dan menemukan banyak benda lain, seperti piring, mangkok, kendi, guci dan lain sebagainya.


“Penemuan itu tidak sengaja. Kami bersama melihat, kami amati dan melakukan penggalian lebih lanjut. Bentuknya sudah terpisah-pisah dan tidak dalam bentuk utuh dalam jumlah cukup banyak,” ucapnya.


Setelah melakukan penggalian dan mengumpulkan benda temuan itu, mereka menitipkan benda antik itu ke kantor wali nagari Sei Nyalo Mudiak Aia. “Benda itu sudah dititipkan ke kantor wali nagari dan rencana akan dibersihkan tim PKK nagari,” ujarnya.


Penemuan benda yang diduga peninggalan sejarah itu, kata Satri, banyak bertuliskan aksara Tiongkok dan terdapat tulisan 55 M. “Setelah dihimpun, benda-benda itu ada sekitar 3 karung. Tulisannya seperti tulisan China, ada tulisan 55 M. Mungkin saja tahun 55 Masehi, tapi kami tidak tahu pasti karena perlu diteliti lebih lanjut oleh ahlinya. Benda itu saat ini diserahkan ke kantor wali nagari,” tuturnya.


Warga setempat berharap dibangun museum di Sei Nyalo dan benda tersebut dijadikan koleksinya sehingga bisa menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Benda-benda itu bisa jadi koleksi benda bersejarah di Sei Nyalo.


Ketua Percepatan Pembangunan Kawasan Mandeh Andrinof Chaniago mengaku dirinya telah mendapat kabar terkait temuan barang-barang antik tersebut. Temuan itu kemungkinan merupakan peninggalan sejarah, namun bisa juga hanya peninggalan barang biasa saja.  Oleh kaena itu, butuh penelitian lebih lanjut.


“Memang banyak indikasi kalau kawasan wisata Mandeh dimanfaatkan para saudagar dan armada pelayaran pemerintah kolonial di masa lalu. Ini tentu bisa terjadi karena bentang alamnya yang memberikan kenyamanan untuk singgah dan bertemu dengan pihak lain. Air di kawasan Mandeh begitu tenang dan terlindung dengan pemandangan yang sangat indah dan sumber air yang mudah,” ujarnya. (cr17/uni/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore