Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2017 | 21.57 WIB

Bupati ke Salon, Creambath, Buka Baju, Sambil Dipijitin, Fotonya Heboh

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Foto Bupati Timika Eltinus Omaleng bersama tiga orang perempuan gegerkan warga setempat. 



Foto heboh itu diambil oleh pemilik Salon Erika, ketika Bupati Omaleng sedang melakukan creambath di salon yang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua.



Beragam persepsi muncul dari pengguna media sosial, termasuk tanggapan miring. Meskipun foto itu sebenarnya biasa saja. 



Kepada Radar Timika, pemilik salon yakni Asrianti Wahid, Abdul Rahman serta Rukmini, membeberkan fakta terkait foto yang sudah viral di sosial media tersebut, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada bupati serta keluarga dan masyarakat Kabupaten Mimika.



Asrianti, salah seorang pemilik menyampaikan permohonan maaf kepada bupati serta keluarganya atas tindakan meng-upload foto bupati, sehingga menimbulkan berbagai macam reaksi, bahkan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.



“Kami segenap karyawan dan pemilik (salon) memohon maaf sebesar-besarnya buat keluarga besar bapak (Bupati Mimika) yang dikorbankan,” katanya, Kamis (8/6) kemarin.



Menurut Asrianti, pihaknya mengambil foto kemudian meng-uploadnya di sosial media Facebook, tidak ada maksud lain, tetapi sebagai bentuk rasa bangga dan senang karena salonnya dikunjungi oleh orang nomor satu di Mimika.



Namun dia sendiri tidak menyangka foto itu bisa ditanggapi negatif oleh banyak pihak. “Dia (Bupati) datang ke sini kami sangat senang, tidak berpikir panjang. Pas sudah upload dan berpikir macam-macam, waduh betul kami yang salah, ya sudah kami hapus,” terangnya.



Menurut pengakuan Asrianti, Bupati Eltinus datang ke salonnya pada Hari Minggu (4/6) sore lalu, didampingi beberapa orang. 



Tujuannya untuk melakukan creambath. Kata Asrianti, Bupati tidak sampai sejam berada di salon.



Menyangkut foto yang memperlihatkan bupati tidak mengenakan baju, Asrianti menjelaskan bahwa setiap pelanggan yang melakukan creambath memang diminta untuk melepas baju. 



Begitu juga dengan aksesoris termasuk kalung, karena saat creambath, pelanggan juga dipijat.



Soal adanya tiga orang wanita sekaligus, kata Asrianti mereka semua adalah karyawan salon. Karena bupati terburu waktu, sedangkan untuk creambath butuh waktu lama karena harus pijat tangan juga, maka dua orang itu diperintahkan untuk memijat agar cepat selesai. 



“Biasanya kan ini satu orang kerja, tapi persingkat waktu tiga orang, ada yang creambath, pijat tangan,” paparnya.



Dia pun mengakui kesalahan karyawannya yang memegang bahkan mengenakan kalung emas milik bupati. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore