
Bupati Kuningan Acep Purnama saat melepas jenazah Bey, putra Asda II Kuningan yang mengelami lakalantas di Jalan Sampora.
JawaPos.com - Kecelakaan maut di ruas Persimpangan Jalan Baru Sampora, merenggut nyawa Bey Putra Binekas (24).
Korban yang merupakan putra Asda II Setda Kuningan Dadang Supardan, itu merupakan calon dokter yang dikenal soleh dan rajin beribadah.
Guru korban, Rohimin mengenang, saat bersekolah di SMAN 2 Kuningan, almarhum adalah seorang yang dikenal taat beribadah dan banyak aktif di bidang kerohanian. Menurut Rohimin, aktivitas itu masih konsisten dilakukan Bey saat kuliah di Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon.
“Bey adalah seorang yang soleh dan rajin ibadahnya. Seperti yang saya kenal saat masih bersekolah di SMAN 2 Kuningan, Bey adalah seorang aktivis Rohis (Kerohanian Islam) yang telah berjasa mengaktifkan dan menggerakkan siswa lain dalam hal kegiatan keagamaan,” kata Rohimin selaku perwakilan keluarga saat melepas jenazah Bey menuju liang lahat.
Rohimin pun meminta kepada teman, sahabat dan semua pihak yang mengenal Bey untuk memaafkan atas segala kesalahan yang pernah diperbuat baik yang disengaja ataupun tidak oleh almarhum. Sekaligus meminta doa kepada semuanya agar Bey mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Toto Toharudin yang pernah menjadi bawahan Dadang Supardan saat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu, mengaku cukup mengenal baik pribadi Bey semasa hidup.
Menurut Toto, Bey adalah salah satu anak kebanggaan Dadang Supardan selain karena satu-satunya anak lelaki juga karena kepintarannya sama dengan kakak dan adiknya yang juga bersekolah di kedokteran.
“Tiga anak Pak Dadang bersekolah di kedokteran, terlebih Bey adalah satu-satunya anak lelaki beliau. Bey baru saja lulus dari Fakultas Kedokteran Unswagati dan sudah menjalani tugas Koas (dokter muda) sehingga sekarang tinggal menunggu pelantikan,” kata Toto.
Namun sayang, cita-cita mulia Bey untuk mengabdi sebagai dokter kandas akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya pada Selasa siang kemarin. Terlebih kecelakaan tersebut terjadi saat Bey dalam perjalanan pulang mengendarai motor.
“Biasanya Bey ke kampus naik mobil, namun entah kenapa kali ini dia memilih naik motor. Mungkin sudah takdir dan jalannya seperti ini, Bey meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari kampus di usianya yang masih sangat muda. Kami hanya bisa mendoakan semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat yang terbaik serta orang tua dan keluarganya diberi ketabahan,” kata Toto. (fik/yuz/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
