
SBY, AHY dan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi sebelum melakukan tandatangan petisi anti hoax di Jalan Udayana, Minggu (7/5).
JawaPos.com - Ribuan masyarakat Kota Mataram menandatangani petisi melawan berita bohong atau hoax di spanduk yang sediakan oleh Partai Demokrat di Jalan Udayana Kota Mataram, Minggu kemarin (7/5).
Penandatanganan petisi ini dalam rangka Peringatan Hari Kebebasan Pers se-Dunia ( World Pers Freedom Day) dan rangkaian rapat kerja nasional (rakernas) Partai Demokrat di Kota Mataram.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yodhoyono atau (AHY) bersama Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi juga turut membubuhkan tandatangan petisi.
Penggalangan petisi ini disambut baik warga. Kebetulan acara ini bertepatan dengan Car Free Day (CFD). " Saya datang sama keluarga untuk melihat AHY dan SBY," tutur Samsul Hadi, warga Kota Mataram seperti ditulis Radar Lombok (Jawa Pos Group), Senin (8/5).
Ia mendukung program Partai Demokrat yang melawan hoax ini.
Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya Hariyati yang datang bersama temannya untuk bisa bertemu langsung dengan AHY. Bahkan bila perlu ia akan berusaha untuk bisa bersalaman dan berfoto dengan AHY.
"Hanya datang untuk melihat dan berfoto dengan AHY," ungkapnya. Tidak lupa dirinyapun ikut menandatangani petisi anti hoax yang sudah disiapkan oleh panitia dari partai Demokrat.
Penandatangan petisi ini berhasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori penandatanganan petisi melawan hoax.
Petisi ini ditandatangani 9.709 orang. Piagam diserahkan oleh Perwakilan Muri dan diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.
Dalam kesempatan tersebut, SBY juga mengajak masyarakat NTB mengkampanyekan stop hoax dan fitnah serta mendukung pers yang merdeka, adil, dan bertanggung jawab.
"Indonesia merupakan negara yang menjunjung keadilan, etika, dan hukum. Bukan negara kebohongan, fitnah, dan hoax. Rakyat harus perangi hoax," imbaunya.
Ditegaskan, partai Demokrat sangat mendukung pers yang merdeka. Namun tetap bertanggung jawab dan adil. Jangan sampai pers membela pihak tertentu dan menyerang pihak lain yang berseberangan.(ami/nas/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
