
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara Hartono.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan membangun satu unit Toko Indonesia di perbatasan.
Kepastian ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hartono. Menurut dia, rencananya untuk membangun Toko Indonesia di perbatasan tidak hanya satu unit saja, melainkan sebanyak tujuh unit.
Ketujuh titik yang akan dibangun itu di antaranya berada di Kecamatan Sebatik, Long Bawan, Pujungan, Krayan Selatan, Kayan Hulu, Sei Menggaris dan Kecamatan Lumbis.
“Namun karena keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus memokuskan pembangunan satu titik saja di tahun ini. Rencananya akan dibangun di Sebatik,” sebut Hartono.
Ia menambahkan, anggaran yang dikucurkan untuk membangun Toko Indonesia sebesar Rp 5 miliar. Anggaran sebesar itu rencananya untuk pembangunan di lima titik. Artinya masing-masing satu titik hanya mendapat jatah anggaran sebesar Rp 1 miliar saja. “Namun jika dituruti satu titik dapat Rp 1 miliar maka itu tidak akan cukup dan pembangunannya tidak akan maksimal,” ungkapnya.
“Maka dari itu agar maksimal anggaran yang ada difokuskan kepada satu titik saja, Sedangkan titik lain yang belum terakomodir akan kembali diusulkan ke pemerintah pusat,” sambungnya.
Menurutnya, tujuan utama pendirian Toko Indonesia ini agar warga perbatasan ke depannya tak lagi bergantung kepada barang-barang dari negara tetangga, Malaysia. Sehingga dengan adanya Toko Indonesia itu, barang yang dibeli masyarakat merupakan barang dalam negeri, khususnya kebutuhan pokok masyarakat. “Kita berharap semuanya berjalan lancar, ini untuk menstabilkan harga saja,” ucapnya.
Hartono menyebutkan, selain Pasar Indonesia, nantinya akan dibangun juga sebuah gudang penyimpanan sembako di perbatasan. Sehingga dapat menjadi tempat penyimpanan barang dalam jangka waktu tertentu dan sekaligus untuk mendukung keberadaan Toko Indonesia itu.
“Untuk mencegah terjadinya kelangkaan barang-barang yang mengakibatkan melonjaknya harga. Jadi barang-barang itu akan ditampung di gudang, baru didistribusikan ke distributor,” jelasnya.
Secara teknis, pembangunannya akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUTR Perkim) Kaltara. “Jadi akan ditanggani mereka,” tandasnya. ( */sam/keg/fab/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
