
Ilustrasi
JawaPos.com - Indonesian Audit Watch (IAW) mencium adanya praktik tak wajar dalam sewa pembangkit listrik di atas kapal atau Marine
Vessel Power Plant (MVPP) perusahaan asal Turki.
IAW menduga sejak sedari awal, proses pengadaann kapal tersebut mengalami kejanggalan.
Direktur Eksekutif IAW, Junisab Akbar mengatakan, pengadaan tidak tercantum dalam laporan keuangan konsolidasian PT PLN (Persero) dan
entitas anak tahun 2014-2015, yang menjadi lampiran surat PT PLN (Persero) nomor 1299 /KEU.02.02/SETPER/2016 tanggal 30 Juni 2016.
"Dengan perihal PLN's Financial Statements yang ditujukan kepada World Bank Office Jakarta," ujar dia di Jakarta, Senin (28/8).
Di sisi lain, kata Junisab, pihaknya meragukan kapabilitas perusahaan Tukri yang diswa PLN. Misalnya soal kepemilikan sahamnya yang
tertutup (go public), tersangkut masalah hukum di negara Pakistan, Ghana, hingga Lebanon.
Atas dasar itu, kata dia, dirinya mempertanyakan mengapa perusahaan itu dengan leluasa bertransaksi.
'Belum lagi, ternyata baru sampai di Sulawesi Utara langsung para awak kapal itu bermasalah terkait moral dan hukum yakni perdagangan
manusia dan prostitusi" tegasnya.
Terkait dilema kontrak itu, IAW juga meminta agar ada 'pertanggungjawaban moral' dari Pricewaterhouse Coopers (PwC) yang menyusun
laporan keuangan konsolidasian tersebut.
IAW yakin bahwa penyidik Kejaksaan Agung teramat mudah untuk memulai penyelidikan. Mulai pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket)
sampai penyidikan lalu meminta perhitungan kerugian negara baik ke BPKP dan BPK RI, dilanjutkan dengan menyusun rencana tuntutan.
"Seperti prinsip audit umumnya yakni dimulai dari melirik perencanaan yang sesuai kebutuhan dan keuangan perusahaan adalah langkah
awal memeriksa kasus itu. Lalu mencermati mengapa sampai terjadi perubahan terhadap rencana yang sudah matang. Dari situ bisa diambil
simpul awal," beber Junisab.
Penentuan rencana kerja dan syarat (RKS) adalah muatan yang butuh energi untuk mengurainya. Dari situ bisa direntangkan kaitan ke
proses tender sewa kapal.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
