Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Desember 2016 | 10.41 WIB

Kronologi Kematian Keponakan Prajurit TNI AL Versi Asintel Lantamal IV

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial (kanan), saat mengunjungi Muhammad Alfatih Siregar, 3, di RSUD Embung Fatimah, Sabtu (10/12). Sebelum meninggal bocah nahas itu diduga mengalami kekerasan. - Image

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial (kanan), saat mengunjungi Muhammad Alfatih Siregar, 3, di RSUD Embung Fatimah, Sabtu (10/12). Sebelum meninggal bocah nahas itu diduga mengalami kekerasan.

JawaPos.com BATAM - Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang melakukan penyelidikan atas kematian dari Muhammad Alfatih Ramadhan Siregar, keponakan dari Kopral Yoyok Yusrizal.



Aparat Lantamal IV pun mengambil keterangan dari orang tua asuh korban dan personel TNI AL lainnya.   



Asisten Intelijen (Asintel) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Kolonel Laut Iwan Setiawan menceritakan kronologi kejadian sebelum Alfatih ditemukan meninggal dunia.



Pada Senin (5/12) lalu, Yoyok membawa Alfatih ke Tanjungpinang untuk menghadiri acara silahturrahmi Lantamal IV Tanjungpinang.



"Di sana (Tanjungpinang, red), anggota (TNI AL) ganti-gantian gendong Alfatih. Anggota juga melihat bagaimana sayangnya Yoyok pada Alfatih, sudah seperti anak kandung sendiri. Makanya setelah melihat pemberitaan, mereka semua pada kaget," sebut Iwan Setiawan yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (12/12).



Sehari sebelum Alfatih meninggal, Jumat (9/12), bocah itu terjatuh saat bermain. Alfatih pun mengadu pada Yoyok. "Yoyok juga tanya, ada yang sakit nak. Tapi katanya (Alfatih) nggak ada yang sakit," cerita Iwan.



Di hari Jumat itu, Alfatih pun kembali diboyong ke Batam. Sore itu, rencananya Yoyok hendak membawa Alfatih berobat ke rumah sakit, karena Alfatih mengeluh sakit gigi.



Selain itu, tubuh Alfatih juga panas (demam).



Ketika Alfatih hendak dimandikan, saat itu Yoyok menerima telepon. Dia  pun meninggalkan Alfatih sendirian di kamar mandi.



Lantas ketika Yoyok kembali, dia pun terperanjat melihat Alfatih sudah 'nyemplung' ke dalam baskom air dengan posisi kepalanya di bawah.



Yoyok yang cemas, langsung membawanya ke klinik dan dirujuk ke Rumah Sakit Camatha Sahidya (Casa) di Mukakuning.



Namun, pihak rumah sakit kembali merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di Batuaji.



"Alfatih nggak pingsan. Masih bisa diajak ngomong waktu itu. Tapi karena ada luka lebam, orang rumah sakit pun melaporkannya ke KPPAD (Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak). Padahal, luka lebam itu karena dia jatuh," sebutnya lagi.



Iwan pun menyesalkan kejadian ini. Meski dia yakin jika kematian anak asuh dari salah satu anggotanya ini bukan karena penganiayaan, namun dia akan tetap menyelidiki kasus tersebut.



Yoyok akan diperiksa secara militer. Kasus diambil alih Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore