
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
JawaPos.com - Pemerintah siap memberikan insentif bagi perusahaan yang akan berinvestasi di di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi daya tarik investor untuk menanamkan investasinya di sana.
Menteri Perindustrian yang juga Anggota Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartanto, menerangkan, pemerintah mengupayakan KEK bisa berkembang pesat dan memajukan ekonomi daerah. Agar investor berminat, pemerintah bahkan memberikan beberapa insentif yang tidak didapatkan jika investor membangun industri di luar KEK.
“Jadi perusahaan akan dibebaskan dari pengenaan PPh Pasal 22 Impor, PPN dan PPnBM tidak dipungut, pembebasan dan penangguhan bea masuk, kemudahan perizinan keimigrasian, pertanahan, ketenagakerjaan,” ujarnya sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (21/9).
Tidak itu saja, investor juga difasilitasi lalu lintas barang, kemudahan perizinan penanaman modal seperti izin investasi, akta perusahaan dan pengesahan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), penggunaan tenaga kerja asing, dan lainnya. “KEK TAA itu nanti menjadi salah satu kawasan ekonomi yang berbasis industri padat karya,” sebutnya.
Kegiatan utamanya bisa industri pengolahan karet dan kelapa sawit, logistik, petrokimia, dan aneka industri lainnya. “KEK TAA juga diproyeksi menyerap tenaga kerja langsung 149 ribu orang,” cetusnya.
Diakuinya, saat ini KEK TAA memang belum beroperasi karena pembebasan lahan belum tuntas. “Seharusnya pertengahan tahun 2017 kemarin sudah beroperasi, tapi kan sudah diperpanjang. Saya kira tidak perlu revisi aturan, minta diperpanjangkan lagi saja (waktu operasional). Pusat masih menunggu KEK TAA bisa dioperasikan,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Airlangga, KEK TAA akan didukung beberapa infrastruktur. Mulai dari perbaikan jalan nasional Palembang-Tanjung Api-Api sepanjang 62,8 km. Target selesai 2018. Kemudian, pembangunan pelabuhan peti kemas TAA selesai 2017, pembangunan jalan tol Palembang-TAA 70 km, jalur kereta Tanjung Enim-TAA 375 km, dan sudah tersedia jaringan energi listrik Sumsel interkoneksi transmisi 150 Kv meliputi wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel, Sumarjono Saragih, mengaku pihaknya memilih wait and see sampai KEK TAA itu benar-benar terwujud. “Kita mau jelas dulu aspek pajak, yang bebas itu seperti apa,” ujarnya, tadi malam. Tak hanya itu konsep dan kebijakan KEK juga harus komprehensif, selain insentif, bagaimana juga perizinan, masalah sosial, dan lingkungannya bagi industri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
