
Lili, kerabat pemilik Kopi Liong Bulan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya di lingkungan pabrik Kopi Liong Bulan, Senin (20/11).
JawaPos.com – Brand kopi khas Bogor, Liong Bulan, belakangan hangat menjadi bahan perbincangan. Hal itu setelah tutupnya salah satu distributor kopi legendaris tersebut, di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor. Tapi pabrik Kopi Liong, di kawasan Bintang Mas, Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, sampai saat ini masih beroperasi.
Seperti apa kondisinya? Dua lapis pagar besi membentengi bagian depan bangunan pabrik Kopi Liong Bulan di Nanggewer. Lapis pertama, pagar berjeruji besi. Lapis kedua, pagar besi yang tertutup rapat nyaris tanpa celah. Dari luar, bangunan pabrik tampak cukup luas dengan pepohonan rindang memayungi.
Senin (20/11), Radar Bogor (Jawa Pos Group) mengunjungi kawasan pabrik peracik kopi turun-temurun dari almarhum Linardi, sejak tahun 60-an itu. Di balik pagar, tampak bangunan menyerupai rumah berada di tengah dikelilingi taman dan pohon rindang. Suasana sejuk begitu terasa sejak memasuki halaman.
Dari depan, rumah terlihat sepi seakan tidak ada aktivitas di dalamnya. Setelah berada di dalam, barulah terlihat puluhan pekerja mengemas kopi dengan bungkus bergambar naga dan bulan sabit. Lili, kerabat pemilik Kopi Liong, menyambut Radar Bogor.
Dia mengatakan, hingga kini pabrik tersebut masih memproduksi dan mendistribusikan Kopi Liong Bulan ke sejumlah distributor di Kota dan Kabupaten Bogor. Distributor di Pasar Anyar, kata Lili, ada proses penggilingan kopi. Sehingga banyak orang beranggapan di sana distributor terbesar dan penjual satu-satunya Kopi Liong Bulan.
Perempuan berparas oriental itu mengatakan, pemilik toko distributor di Pasar Anyar masih kerabat dekat pemilik Kopi Liong Bulan. Musabab tutupnya toko itu lebih karena sang pemilik sakit dan tak ada penerus usaha distributor kopi. ”Memang begitu. Tapi di sini kami masih produksi sampai sekarang,” kata Lili.
Namun Lili mengakui, produksi Kopi Liong tidak sejaya dulu. Dengan mempekerjakan kurang lebih 50 karyawan wanita, jumlah bungkus kopi yang diproduksi tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Satu dari sejumlah kebiasaan yang masih dipegang teguh merek ini adalah, manajemen tetap hanya mendistribusikan kopi ke distributor utama dan kecil. Mereka menolak menjual Kopi Liong ke toko modern atau swalayan.
”Mengapa tidak ke swalayan, karena kami tidak ingin ribet. Harus mengantar, nanti hasil penjualannya juga kami ambil lagi ke sana, kayaknya berat saja,” tuturnya. Biar penjualan Kopi Liong Bulan terasa kecil, menurut Lili yang penting kopi khas Kota Hujan itu tersebar di seluruh Bogor.
Kepala bidang Perindustrian pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Asep Saepulloh, membenarkan produksi kopi Liong Bulan menurun. Data yang dimilikinya jumlah produksi yang tadinya kurang lebih 100 kilogram menjadi rata-rata hanya 50 kilogram per hari.
Menurut Asep, faktor menurunnya produksi disebabkan persaingan pasar, terutama dengan perusahaan-perusahaan besar dengan produk serupa. ”SDM-nya juga sangat terbatas. Karena perusahaan ini perusahaan keluarga. Generasi keluarga banyak yang berprofesi di bidang lain,” bebernya.
Kemarin, Wali Kota Bogor Bima Arya juga sempat menyambangi pabrik tersebut. Meski di luar wilayahnya, Bima mengaku penggemar Kopi Liong Bulan, dan turut mendukung usaha tersebut tetap berjalan. Bima juga sempat melihat bagaimana proses produksi di pabrik rumahan itu dan berbincang dengan para karyawan.
Terlepas dari itu, salah seorang anak penerus Kopi Liong, Sherly Fausta, sempat membantah kabar Kopi Liong berhenti beroperasi. Dalam sebuah postingan di akun Facebooknya, Sherly mengaku Kopi Liong Bulan masih beroperasi hingga saat ini.
“Memang benar toko itu tutup, namun itu hanyalah salah satu agen, bukan pabriknya. Kita masih akan terus produksi kopi yang berkualitas utk para pecinta kopi, khususnya daerah Bogor dan Depok,” ujarnya melalui akun Facebook.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
