
ILUSTRASI: Monas sebagai salah satu simbol Ibu Kota Jakarta
JawaPos.com – Wilayah Cirebon ternyata masuk dalam nominasi 12 daerah kandidat ibu kota negara sebgai pengganti Jakarta. Meski masih kajian, masuknya wilayah Cirebon patut diperhitungkan. Sebab, Cirebon memiliki banyak keunggulan dan bisa mempercepat realisasi perpindahan ibu kota.
“Saat ini yang santer kan Pontianak. Kalau Pontianak, rasanya terlalu berat karena infrastruktur juga belum siap,“ ujar Konsultan Pemerintahan dan Pembangunan, Ir Suhada MBA IPM, kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group), di Hotel Dewanti, Rabu (13/9).
Selain lokasinya yang strategis, wilayah Cirebon didukung kemudahan transportasi serta daya dukung lingkungan. Hal ini yang membuat wilayah Cirebon berpeluang menjadi ibu kota negara cukup besar. Direktur Maliya Syahid Konsultan tersebut mengaku tak mengada-ngada. Ia mendapat informasi itu dari tim internal kepresidenan.
Meski yakin dengan segala potensi yang dimiliki wilayah Cirebon, yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Majalengka, namun soal realisasinya tetap masing-masing daerah yang menentukan. “Wilayah mana yang terpilih, ini menyangkut kesiapan daerah. Karena pemerintah juga kan harus rasional,” paparnya.
Sebenarnya, kata Suhada, kalau Cirebon terpilih menjadi ibu kota negara baru, dengan dekatnya jarak dan cepatnya waktu tempuh serta lengkapnya moda transportasi, pemindahan ibu kota bisa dilakukan secara bertahap.
Bahkan sangat dimungkinkan bila tidak semua kantor kementerian ataupun pemerintahan dipindahkan ke Cirebon. Hal ini didukung dengan akses transportasi dan ketersediaan lahan. “Sekarang jarak Jakarta-Cirebon dekat dan cepat. Tidak semua kantor pusat harus pindah ke Cirebon, bisa saja hanya sebagian saja,” katanya.
Suhada hadir dalam rapat sinkronisasi untuk memaparkan hasil pemetaan keunggulan Kota Cirebon yang dilakukan lembaganya sejak tahun 2016 lalu. Menurutnya, ada empat potensi wisata yang bisa menjadi unggulan baru Kota Cirebon, dari mulai potensi laut dengan potensi baharinya sampai dataran tinggi dengan potensi agro wisatanya.
Untuk bisa mewujudkan potensi wisata tersebut, lanjut dia, menggandeng investor menjadi suatu keharusan, karena anggaran pemkot pasti terbatas. Soal anggaran dan sumber daya manusia, seharusnya tidak perlu menjadi beban, karena semua bisa digarap swasta.
“Pemerintah tinggal memfasilitasi, menyediakan sarana dan prasarana, biar semuanya pihak swasta yang mendanai,” terangnya kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).
Rapat sinkronisasi tersebut dipimpin Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Ir Yoyon Indrayana MT. Beberapa pejabat yang memiliki keterkaitan juga nampak hadir seperti General Manager PT Pelindo II Solihin dan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Imas Masriah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
