
DAMAI: Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi (kiri) dan KGPH Benowo (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (12/12).
JawaPos.com - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Benowo dan Robby Hendro Purnomo berpotensi dihentikan. Para korban berencana untuk mencabut laporan yang sudah dilayangkan beberapa waktu lalu.
Selain itu, Benowo juga berjanji akan mengembalikan seluruh kerugian yang diderita para korban. Baik korban pedagang maupun pemilik wahana permainan Pasar Malam Sekaten. Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memberikan penangguhan penahanan.
''Saat ini berkas sudah jadi, tapi ada satu azas dalam KUHAP yang digunakan. Untuk apa kami memenjarakan tanpa ada manfaatnya. Bahwa tersangka akan melakukan mediasi sendiri dan berusaha mengganti kerugian para korban,'' terang Agus kepada JawaPos.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/12).
Sebagai pertimbangan, pihaknya memberikan kesempatan kepada tersangka agar bisa melakukan mediasi secara maksimal dengan para korban. Sehingga, lanjut Agus, akan tidak efektif jika tersangka masih di dalam sel.
''Maka untuk itulah kami mengabulkan penangguhan. Nanti tetep kami lihat bagaimana progress-nya. Tetapi proses hukum tetap berjalan, dan sekarang masih penyidikan,'' ucapnya.
Sementara itu, KGPH Benowo mengakui jika kejadian tersebut adalah kesalahannya. Untuk itu, dirinya mengaku akan bertanggungjawab mengganti semua kerugian yang dialami oleh para pedagang dan pemilik wahana permainan.
''Akan diselesaikan hari ini, kerugian akan dibayarkan. Tidak kurang tidak lebih pencabutan pelaporan Polresta Surakarta,'' urainya. Benowo juga berjanji akan tetap kooperatif dalam mengikuti setiap proses hukum yang masih berjalan.
Selain itu, Benowo juga menyampaikan permintaan maaf kepada Pemkot Solo, dalam hal ini adalah Wali Kota Solo. Dia menggunakan lahan yang menjadi hak pemkot tanpa mengajukan izin. ''Saya tidak akan mengulangi, tidak menghilangkan barang bukti, kooperatif, dan saya tidak ada niatan untuk melakukan yang tidak baik,'' dalihnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
