
Ilustrasi
JawaPos.com - Warga Yamaker, tiba-tiba heboh. Musabnya, ada seorang pria paruh baya yang meninggal mendadak di arena bermain biliar RT 03, sekira pukul 09.30 Wita. Pria yang kemudian diketahui bernama Dahlan(60), tewas mendadak, karena diduga sakit.
Terkait adanya kematian seorang pria di tempat arena biliar, Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi, melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi, mengatakan, pria tersebut diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas.
“Jadi yang bersangkutan ditemukan di sebuah rumah yang biasa dipakai untuk kegiatan olahraga biliar. Memang beberapa keterangan, korban diketahui mengalami sakit,” tuturnya Selasa (5/9) siang, dilansir Kaltara Pos (Jawa Pos Group).
Menurutnya, berdasarkan keterangan warga sekitar korban belakangan ini mengalami gangguan kesehatan, berupa sesak nafas. “Korban ditemukan tergeletak di rumah biliar itu. Di situ kemudian polisi mendapatkan informasi itu dan kemudian langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya.
Korban sendiri memang tinggal seorang diri tanpa didampingi keluarga. Korban perantau asal Toraja, Sulawesi Selatan. “Dia tinggal sendiri nggak ada anak dan istrinya di sini, dia menumpang di rumah seorang pemilik speedboat. Nah dia memang sering jalan-jalan ke rumah biliar itu untuk kumpul-kumpul bersama temannya,” tuturnya.
Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dikebumikan kemarin setelah beberapa warga mengupayakan menghubungi pihak keluarga.
“Beberapa pihak sudah mencoba menghubungi keluarganya yang ada di kampung untuk menyampaikan berita dukanya. Yang jelas hari ini (kemarin, Red) akan dikebumikan,” terangnya.
Dilain pihak, dari hasil visum yang dilakukan rumah sakit tak menunjukkan ada indikasi pembunuhan.
“Jadi langkah-langkah kepolisian turun ke TKP, mengidentifikasi korban, dan membuatkan visum mayat. Walaupun pihak keluarga korban belum memberikan laporan ke kita. Kenapa kita bikinkan visum, ini sebagai antisipasi saja nantinya hal-hal kedepannya terkait indikasi kematian korban, makanya kita ambil langkah itu. Dan hasilnya belum ada, tapi berdasarkan keterangan orang terdekatnya bahwa memang korban ada riwayat penyakit,” tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
