Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2017 | 16.58 WIB

Sakit, Pria Perantau Ini Tiba-tiba Meninggal di Tempat Biliar

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Warga Yamaker, tiba-tiba heboh. Musabnya, ada seorang pria paruh baya yang meninggal mendadak di arena bermain biliar RT 03, sekira pukul 09.30 Wita. Pria yang kemudian diketahui bernama Dahlan(60), tewas mendadak, karena diduga sakit.


Terkait adanya kematian seorang pria di tempat arena biliar, Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi, melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi, mengatakan, pria tersebut diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas.


“Jadi yang bersangkutan ditemukan di sebuah rumah yang biasa dipakai untuk kegiatan olahraga biliar. Memang beberapa keterangan, korban diketahui mengalami sakit,” tuturnya Selasa (5/9) siang, dilansir Kaltara Pos (Jawa Pos Group).


Menurutnya, berdasarkan keterangan warga sekitar korban belakangan ini mengalami gangguan kesehatan, berupa sesak nafas. “Korban ditemukan tergeletak di rumah biliar itu. Di situ kemudian polisi mendapatkan informasi itu dan kemudian langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya.


Korban sendiri memang tinggal seorang diri tanpa didampingi keluarga. Korban perantau asal Toraja, Sulawesi Selatan. “Dia tinggal sendiri nggak ada anak dan istrinya di sini, dia menumpang di rumah seorang pemilik speedboat. Nah dia memang sering jalan-jalan ke rumah biliar itu untuk kumpul-kumpul bersama temannya,” tuturnya.


Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dikebumikan kemarin setelah beberapa warga mengupayakan menghubungi pihak keluarga.


“Beberapa pihak sudah mencoba menghubungi keluarganya yang ada di kampung untuk menyampaikan berita dukanya. Yang jelas hari ini (kemarin, Red) akan dikebumikan,” terangnya.


Dilain pihak, dari hasil visum yang dilakukan rumah sakit tak menunjukkan ada indikasi pembunuhan.


“Jadi langkah-langkah kepolisian turun ke TKP, mengidentifikasi korban, dan membuatkan visum mayat. Walaupun pihak keluarga korban belum memberikan laporan ke kita. Kenapa kita bikinkan visum, ini sebagai antisipasi saja nantinya hal-hal kedepannya terkait indikasi kematian korban, makanya kita ambil langkah itu. Dan hasilnya belum ada, tapi berdasarkan keterangan orang terdekatnya bahwa memang korban ada riwayat penyakit,” tandasnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore