
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sewaktu sidak beras, Rabu (17/1)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan persediaan beras di daerahnya aman. Ia meminta masyarakat tidak panik karena stok dipastikan akan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
Ganjar yang kala itu tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama pejabat dari sejumlah instansi seperti Disperindag, Bank Indonesia, dan Bulog ke Pasar Johar, Semarang, mengatakan amannya stok beras dikarenakan musim panen raya yang akan datang tak lama lagi.
"Kalau persediaan beras di Jateng relatif aman ya sampai April. Kalau Maret kita mulai panen, harapannya kita menyerapnya lebih cepat," ujar Politikus PDIP itu, Rabu (17/1).
Ganjar berharap, serapan beras hasil panen ini dapat diserap secara optimal oleh Bulog. Sehingga, pemerintah nantinya tidak akan mengandalkan beras impor.
"Saya berharap saja kalau Jawa Tengah cukup kalau toh pemerintah nanti impor jangan masuk Jawa Tengah. Apalagi kalau datengnya pas panen raya, harganya bisa jatuh lagi," lanjutnya.
Seperti diketahui, pernyataan Ganjar itu dilontarkan sebagi respons atas wacana Kementrian Perdagangan untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Sejumlah anggota dewan dan elite partai pun ramai-ramai menyuarakan penolakan rencana ini sebagai bentuk keberpihakan kepada petani dalam negeri.
Lebih lanjut, Ganjar pun meminta untuk semua pihak tidak mengkaitkan segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah maupun dirinya dengan politik, terutama menjelang datangnya tahun pemilihan kepala daerah ini.
"Kita tidak mau nanti politiknya berbicara tentang impor atau tidak impor," tegasnya.
Disinggung mengenai adanya aksi penyelewengan distribusi beras yang terungkap belakangan ini di Pelabuhan Tanjungmas, Semarang, Ganjar mengatakan akan menindak tegas semua penimbun maupun pihak yang dengan sengaja menyelundupkan beras Bulog.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Jateng sudah bekerjasama dengan satgas pangan untuk langsung menyikat oknum yang melakukan penyelewengan beras. Namanya tikus akan mencari terus celah yang ada karena kejahatan bisa dari mana saja," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari menuturkan, hingga hari ini Bulog sudah menyalurkan 20.200 ton beras ke 15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar dan tersebar di 35 Kabupaten/Kota. Langkah tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari operasi pasar.
Bulog sendiri menargetkan untuk menyalurkan 50.000 ton beras hingga Maret nanti. Namun, jika nanti dalam perkembangan harga beras relatif stabil, bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maka secara otomatis maka operasi pasar akan berhenti.
"Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya agar harga beras stabil. Kami juga turut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual kembali beras yang dibeli dalam gelaran operasi pasar," tandas Djoni.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
