Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Juni 2023 | 02.06 WIB

Prosesi Pelebon Raja Denpasar IX Diisi Ritual Manah Toya Ning

Prosesi ritual Manah Toya Ning yang menjadi rangkaian prosesi Pelebon (pembakaran jenazah) Raja Denpasar IX atau Raja Puri Agung Denpasar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan di Denpasar, Kamis (15/6). - Image

Prosesi ritual Manah Toya Ning yang menjadi rangkaian prosesi Pelebon (pembakaran jenazah) Raja Denpasar IX atau Raja Puri Agung Denpasar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan di Denpasar, Kamis (15/6).

JawaPos.com–Ritual Manah Toya Ning dan pengarakan ogoh-ogoh menjadi bagian dari rangkaian prosesi Pelebon (pembakaran jenazah) Raja Denpasar IX atau Raja Puri Agung Denpasar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan sebelum acara puncaknya pada Rabu (21/6).

Ketua Panitia Pelebon Raja Denpasar IX Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda mengatakan, untuk kelancaran lalu lintas selama acara berlangsung pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Denpasar dan Dinas Perhubungan. Pecalang desa juga ikut turun melakukan pengamanan di jalur-jalur yang menjadi rangkaian prosesi upacara.

”Ritual Manah Toyang Ning bermakna sebagai ritual untuk mencari tirta suci yang akan digunakan di setra (kuburan) saat acara Pelebon Raja Denpasar IX,” ujar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda seperti dilansir dari Antara.

Setelah itu dilanjutkan dengan ritual Mesuci di Pura Tambang Badung. Di pura itu dilakukan persembahyangan dan pembersihan secara niskala (spiritual) terhadap semua alat-alat yang akan digunakan dalam prosesi Pelebon di Setra Badung, Kota Denpasar. Kemudian diisi dengan ritual pengarakan ogoh-ogoh yang bermakna agar rangkaian prosesi hingga hari H Pelebon Raja Denpasar IX di jalur-jalur yang dilewati berjalan dengan lancar.

”Saat pelaksanaan tiga rangkaian prosesi tersebut dilakukan buka tutup jalan dan penutupan sementara di jalan-jalan yang berada di seputaran Puri Agung Denpasar,” kata Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.

Pada saat ritual Manah Toya Ning, kata dia, Jalan Veteran, Jalan Abimanyu, dan Jalan Kartini ditutup sementara. Sedangkan simpang Jalan Patimura, Jalan Nangka, dan Jalan Yudistira dilakukan buka tutup jalan. Selanjutnya Jalan Sahadewa dan simpang Jalan Kumbakarna dilaksanakan buka tutup. Ketika acara selesai, iring-iringan akan melintas di jalur yang sama menuju Puri Agung Denpasar.

Sedangkan untuk pengarakan ogoh-ogoh pada pukul 14.00 wita, simpang Jalan Patimura, Jalan Abimanyu, simpang Jalan Durian, simpang Jalan Udayana, simpang Jalan Gajah Mada, dan simpang Jalan Hasanuddin ditutup. Dharmayuda mengharapkan dukungan warga Denpasar agar rangkaian prosesi Pelebon Raja IX Denpasar dapat berjalan dengan lancar.

”Silakan masyarakat untuk menunjukkan antusiasmenya karena ini pengalaman yang luar biasa. Yang penting, tolong jaga diri baik-baik agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berdesak-desakan,” ujar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.

Menurut dia, jika keseluruhan prosesi berjalan lancar, akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Denpasar dan Bali karena dapat melihat prosesi yang langka. ”Kami juga menyiagakan dua ambulans di titik-titik yang dilewati iring-iringan," kata Dharmayuda yang juga Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore