
Prosesi ritual Manah Toya Ning yang menjadi rangkaian prosesi Pelebon (pembakaran jenazah) Raja Denpasar IX atau Raja Puri Agung Denpasar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan di Denpasar, Kamis (15/6).
JawaPos.com–Ritual Manah Toya Ning dan pengarakan ogoh-ogoh menjadi bagian dari rangkaian prosesi Pelebon (pembakaran jenazah) Raja Denpasar IX atau Raja Puri Agung Denpasar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan sebelum acara puncaknya pada Rabu (21/6).
Ketua Panitia Pelebon Raja Denpasar IX Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda mengatakan, untuk kelancaran lalu lintas selama acara berlangsung pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Denpasar dan Dinas Perhubungan. Pecalang desa juga ikut turun melakukan pengamanan di jalur-jalur yang menjadi rangkaian prosesi upacara.
”Ritual Manah Toyang Ning bermakna sebagai ritual untuk mencari tirta suci yang akan digunakan di setra (kuburan) saat acara Pelebon Raja Denpasar IX,” ujar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda seperti dilansir dari Antara.
Setelah itu dilanjutkan dengan ritual Mesuci di Pura Tambang Badung. Di pura itu dilakukan persembahyangan dan pembersihan secara niskala (spiritual) terhadap semua alat-alat yang akan digunakan dalam prosesi Pelebon di Setra Badung, Kota Denpasar. Kemudian diisi dengan ritual pengarakan ogoh-ogoh yang bermakna agar rangkaian prosesi hingga hari H Pelebon Raja Denpasar IX di jalur-jalur yang dilewati berjalan dengan lancar.
”Saat pelaksanaan tiga rangkaian prosesi tersebut dilakukan buka tutup jalan dan penutupan sementara di jalan-jalan yang berada di seputaran Puri Agung Denpasar,” kata Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.
Pada saat ritual Manah Toya Ning, kata dia, Jalan Veteran, Jalan Abimanyu, dan Jalan Kartini ditutup sementara. Sedangkan simpang Jalan Patimura, Jalan Nangka, dan Jalan Yudistira dilakukan buka tutup jalan. Selanjutnya Jalan Sahadewa dan simpang Jalan Kumbakarna dilaksanakan buka tutup. Ketika acara selesai, iring-iringan akan melintas di jalur yang sama menuju Puri Agung Denpasar.
Sedangkan untuk pengarakan ogoh-ogoh pada pukul 14.00 wita, simpang Jalan Patimura, Jalan Abimanyu, simpang Jalan Durian, simpang Jalan Udayana, simpang Jalan Gajah Mada, dan simpang Jalan Hasanuddin ditutup. Dharmayuda mengharapkan dukungan warga Denpasar agar rangkaian prosesi Pelebon Raja IX Denpasar dapat berjalan dengan lancar.
”Silakan masyarakat untuk menunjukkan antusiasmenya karena ini pengalaman yang luar biasa. Yang penting, tolong jaga diri baik-baik agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berdesak-desakan,” ujar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.
Menurut dia, jika keseluruhan prosesi berjalan lancar, akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Denpasar dan Bali karena dapat melihat prosesi yang langka. ”Kami juga menyiagakan dua ambulans di titik-titik yang dilewati iring-iringan," kata Dharmayuda yang juga Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
