Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 01.40 WIB

Status Gunung Merapi Tetap Level III, Radius Bahaya Sampai 7 Kilometer

Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Minggu malam (28/6/2026), pukul 20.56 WIB. (Dok. BPPTKG) - Image

Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Minggu malam (28/6/2026), pukul 20.56 WIB. (Dok. BPPTKG)

JawaPos.com - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta dan Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengonfirmasi status gunung api paling aktif di Indonesia ini masih bertahan kokoh di Level III (Siaga) akibat suplai magma yang terus bergerak dinamis dari dalam perut bumi.

Ketenangan di visual permukaan lereng kerap kali menipu. Meskipun puncak setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut sempat terselimut kabut tipis hingga tebal, dinamika bawah tanah Merapi justru terekam sangat aktif. Dikutip dari Radar Jogja, asap kawah berwarna putih bertekanan lemah sesekali terlihat membumbung hingga ketinggian 150 meter ke udara.

Udara dingin pegunungan disertai angin berembus perlahan ke arah timur mengiringi pemantauan berkala dari pagi hingga siang hari.

Puluhan Gempa Terekam, Suplai Magma Belum Berhenti

Di balik tampilan visual yang terkesan tenang, instrumen pemantau gempa merekam gelombang getaran yang terbilang intens. Catatan seismik mengonfirmasi adanya akumulasi material cair yang terus bergejolak mencari jalan keluar.

Petugas mencatat puluhan kali gempa guguran terjadi akibat luncuran material vulkanik di sepanjang lereng Merapi. Selain itu, belasan gempa fase banyak (hibrid) turut terekam oleh alat pemantau.

Rangkaian data kegempaan ini menjadi bukti konkret bahwa suplai magma dari kedalaman bumi menuju permukaan masih berlangsung. Kondisi ini sewaktu-waktu berpotensi memicu munculnya awan panas guguran yang mematikan.

 Pemetaan Zona Merah dan Radius Bahaya Utama

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa potensi bahaya terbesar saat ini terfokus pada tiga sektor, yakni selatan, barat daya, dan tenggara. Aliran sungai purba yang berhulu di puncak menjadi jalur utama ancaman luncuran lava maupun awan panas.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore