
Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Minggu malam (28/6/2026), pukul 20.56 WIB. (Dok. BPPTKG)
JawaPos.com - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta dan Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengonfirmasi status gunung api paling aktif di Indonesia ini masih bertahan kokoh di Level III (Siaga) akibat suplai magma yang terus bergerak dinamis dari dalam perut bumi.
Ketenangan di visual permukaan lereng kerap kali menipu. Meskipun puncak setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut sempat terselimut kabut tipis hingga tebal, dinamika bawah tanah Merapi justru terekam sangat aktif. Dikutip dari Radar Jogja, asap kawah berwarna putih bertekanan lemah sesekali terlihat membumbung hingga ketinggian 150 meter ke udara.
Udara dingin pegunungan disertai angin berembus perlahan ke arah timur mengiringi pemantauan berkala dari pagi hingga siang hari.
Puluhan Gempa Terekam, Suplai Magma Belum Berhenti
Di balik tampilan visual yang terkesan tenang, instrumen pemantau gempa merekam gelombang getaran yang terbilang intens. Catatan seismik mengonfirmasi adanya akumulasi material cair yang terus bergejolak mencari jalan keluar.
Petugas mencatat puluhan kali gempa guguran terjadi akibat luncuran material vulkanik di sepanjang lereng Merapi. Selain itu, belasan gempa fase banyak (hibrid) turut terekam oleh alat pemantau.
Rangkaian data kegempaan ini menjadi bukti konkret bahwa suplai magma dari kedalaman bumi menuju permukaan masih berlangsung. Kondisi ini sewaktu-waktu berpotensi memicu munculnya awan panas guguran yang mematikan.
Pemetaan Zona Merah dan Radius Bahaya Utama
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa potensi bahaya terbesar saat ini terfokus pada tiga sektor, yakni selatan, barat daya, dan tenggara. Aliran sungai purba yang berhulu di puncak menjadi jalur utama ancaman luncuran lava maupun awan panas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022