Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 00.50 WIB

Musik Tong-Tong Lestari, Masyarakat Apresiasi Konsistensi Pemkab Sumenep

Festival Musik Tong-tong Sumenep menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM di sekitar lokasi acara. (Istimewa) - Image

Festival Musik Tong-tong Sumenep menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM di sekitar lokasi acara. (Istimewa)

JawaPos.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menjaga musik tong-tong sebagai warisan budaya Madura. Langkah pelestarian itu dijalankan lewat Festival Musik Tong-Tong Sumenep yang digelar rutin setiap tahun.

Konsistensi tersebut mendapat apresiasi warga Sumenep dan Madura. Di mata mereka, pemerintah sudah membuat kesenian tradisional tetap hidup, menjadi ruang ekspresi puluhan grup, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi festival.

Mengapa Festival Musik Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Warga?

Festival Musik Tong-Tong Sumenep kini tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan. Tetapi berkembang menjadi ruang pelestarian budaya yang mempertemukan seniman, masyarakat, dan pemerintah daerah. Puluhan grup tong-tong dari berbagai kecamatan di Sumenep mendapat kesempatan tampil dan menunjukkan kreativitas mereka di hadapan masyarakat.

Bagi warga, keberadaan festival membuat musik tong-tong memiliki panggung yang konsisten sehingga tidak berhenti sebagai kesenian yang hanya dimainkan pada momentum tertentu. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran warga yang terus mengikuti penampilan grup tongtong dalam setiap penyelenggaraan festival.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menempatkan pelestarian tong-tong sebagai bagian penting dari upaya menjaga identitas daerah. Menurutnya, tong-tong bukan sekadar musik tradisional, tetapi memiliki kaitan dengan sejarah sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

“Kami ingin tong-tong ini terus hidup, terus menggelegar. Tidak hanya dinikmati orang Sumenep, tapi menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Bupati Fauzi. “Karena itu, Pemkab akan terus hadir dan memfasilitasi agar warisan ini tidak punah dan semakin dicintai generasi muda,” tambah Fauzi.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemkab Sumenep untuk tidak membiarkan musik tong-tong kehilangan ruang di tengah perkembangan hiburan modern. Festival tahunan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan panggung bagi para pelaku seni tradisional.

Apa Bentuk Dukungan Pemkab Sumenep untuk Musik Tong-tong?

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore