Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 01.46 WIB

Ratusan Korban Terdampak Gempa Bumi NTT di Posko Terpadu Kodim Manggarai Masih Butuh Bantuan

Para relawan dari Pendekar 08 menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak berat dan ambruk. (Relawan Pendekar 08) - Image

Para relawan dari Pendekar 08 menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak berat dan ambruk. (Relawan Pendekar 08)

JawaPos.com - Bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Terbaru, relawan Pendekar 08 membawa 1.000 paket beras dengan berat 5 ton. Seluruhnya diserahkan kepada ratusan korban di Posko Terpadu Kodim 1612/Manggarai.

Tidak hanya beras, relawan tersebut juga membawa bantuan yang masih dibutuhkan oleh korban terdampak gempa seperti ratusan dus kebutuhan pangan dan air mineral, perlengkapan keluarga dan anak-anak, perlengkapan ibadah dan sekolah, serta peralatan kebersihan dan memasak.

”Kami dari Pendekar 08 datang ke sini memang untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1612, dari mulai persiapan sampai dengan hari ini dari Kodim selalu ada pendampingan,” kata Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella dalam keterangan resmi pada Kamis (3/9). 

Meski penanggulangan dampak gempa bumi sudah dilakukan sejak 15 Agustus lalu, masih banyak masyarakat terdampak butuh uluran tangan selama masa pemulihan. Khususnya anak-anak, lansia, dan para ibu. Ancilla mengaku, kondisi itu yang mendorong organisasinya terus bergerak. 

”Sekali lagi buat para korbannya untuk selalu tetap semangat, selalu jaga kesehatan, dan selalu bahagia. Itu kuncinya,” ucap dia. 

Dalam keterangan yang sama, Komandan Kodim 1612/Manggarai Letkol Arh Amos Comenius Silaban menyampaikan bahwa masyarakat terdampak gempa yang masih bertahan di posko terpadu sampai saat ini masih ada sekitar 600 orang. Angka itu sudah berkurang dari data awal sekitar 1.000 pengungsi. 

”Banyak masyarakat yang sudah kembali dan beraktivitas di rumah, sehingga tinggal di sini hanya masyarakat yang berdampak langsung rumahnya runtuh,” kata Letkol Silaban.

Warga yang masih bertahan di posko pengungsian, lanjut Silaban, merupakan masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau runtuh. Karena itu, mereka belum bisa meninggalkan posko. TNI bersama Polri, pemerintah daerah, BNPB, dan relawan seperti Pendekar 08 bahu-membahu membantu para korban. 

Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersedia, berbagai kegiatan juga dilakukan agar kehidupan warga selama berada di pengungsian dapat tetap berjalan. Silaban mengakui, kebutuhan logistik dan kebutuhan dapur masih diperlukan selama masyarakat berada di posko.

”Saat ini yang dibutuhkan masyarakat selain logistik juga menghilangkan trauma akibat bencana yang terjadi. Maka disana dibutuhkan trauma healing dan juga kebutuhan-kebutuhan dapur sehingga dapat mengisi kegiatan atau mengisi makan baik pagi, siang dan malam,” jelasnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore