Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 18.44 WIB

Sengketa Lahan Sawit 2.000 Hektare di Rohul Memanas, Warga Pertanyakan Dasar Pengelolaan Agrinas

Ilustrasi petani kelapa sawit. (Istimewa) - Image

Ilustrasi petani kelapa sawit. (Istimewa)

JawaPos.com - Sengketa pengelolaan perkebunan sawit seluas sekitar 2.000 hektare di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali mencuat. Warga meminta PT Agrinas Palma Nusantara tidak mengeluarkan pernyataan yang dinilai dapat memperkeruh konflik maupun tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Juru Bicara Warga, Abdul Aziz, menyebut ada sejumlah pernyataan Agrinas yang perlu diklarifikasi, terutama terkait klaim perusahaan yang menyatakan telah melakukan mediasi dengan masyarakat.

Aziz menegaskan, warga tidak pernah terlibat dalam proses mediasi yang menurutnya berlangsung sebagai dialog yang adil. Ia juga mempertanyakan landasan Agrinas dalam mengelola lahan yang sebelumnya disita Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

“Kalau hanya karena pelimpahan dari Satgas PKH, kemudian Agrinas seolah-olah langsung merasa memiliki, hukumnya apa?” kata Aziz sebagaimana dikutip Riau Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (25/8).

Menurut Aziz, status kawasan tersebut harus dijelaskan secara transparan. Ia juga mempertanyakan dasar tindakan penyitaan lahan oleh Satgas PKH yang disebutnya tidak berdasarkan putusan pengadilan.

“Kalau memang penertiban kawasan hutan itu penegakan hukum, buktikan kawasan hutan di Riau itu seperti apa. Jangan langsung main sita hanya bermodalkan peta. Ini namanya arogansi,” tegasnya.

Warga soroti sikap Agrinas

Aziz juga membantah pernyataan Agrinas yang menyebut perusahaan berada dalam posisi netral dalam konflik tersebut. Ia menyoroti surat kuasa hukum Agrinas kepada Polres Rohul tertanggal 14 Agustus 2026.

“Sudah jelas-jelas, secara tertulis kuasa hukum Agrinas menyatakan tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi konflik berdarah. Itu makanya saya mengatakan menduga, kalau Agrinas ada di balik penyerangan itu,” ujarnya.

Selain itu, Aziz menduga keterlibatan Agrinas dalam persoalan internal Koperasi Karya Bakti ikut membuat konflik pengelolaan lahan semakin panjang. Koperasi tersebut sebelumnya diketahui menjadi mitra PT Torganda.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore