
Daycare Little Aresha di Sorosutan, Kelurahan Umbulharjo, Kota Jogjakarta. Tempat penitipan anak yang digerebek aparat kepolisian pada Jumat (24/4) sore. (Hery Sidik/Antara)
JawaPos.com - Sidang perdana kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Jogja, mengungkap, tindakan menenggelamkan anak di bak mandi dilakukan pengasuh ketika anak-anak tersebut rewel.
Fakta itu terungkap dalam agenda pembacaan dakwaan terhadap 11 pengasuh di Pengadilan Negeri (PN) Jogja, Selasa (18/8).
"Mungkin karena tersulut emosi, dalam sidang-sidang nanti kami lihat bagaimana kok bisa sampai seperti itu (ditenggelamkan, Red)," ujar JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogja Sigit Kristiyanto seusai persidangan seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Rabu (19/8).
Baca Juga:Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli
Tak hanya penenggelaman, dalam dakwaannya Sigit mengungkapkan 11 pengasuh itu melakukan berbagai bentuk kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut.
Perbuatan itu antara lain berupa pengikatan, membiarkan bayi berada di lantai, hingga menempatkan anak di ruangan gelap dan sempit sampai ketakutan.
Selain itu, anak-anak juga disebut mengalami kekerasan berupa penenggelaman di bak mandi. Tindakan tersebut dilakukan terhadap anak yang dianggap rewel.
Sigit mengatakan, kondisi ruangan daycare turut menjadi perhatian dalam perkara tersebut. Ruangan berukuran sekitar 3x4 meter itu seharusnya hanya digunakan untuk empat hingga lima orang. Namun, pada saat kejadian terdapat 17 orang di dalamnya.
"Seperti kami ketahui ruangannya (berukuran) 3x4 meter. Seharusnya hanya untuk empat sampai lima orang, tapi di situ ada 17 orang. Jadi berdesak-desakan tanpa adanya ventilasi dan AC," kata Sigit.
Kasus tersebut diproses secara terpisah untuk 11 pengasuh, ketua yayasan, dan kepala sekolah. Untuk agenda pemeriksaan saksi, JPU telah menyiapkan 10 saksi kunci.
Sigit mengatakan apabila ketua yayasan dan kepala sekolah tidak mengajukan eksepsi, pihaknya berencana menggabungkan jadwal pemeriksaan saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan masa penahanan para terdakwa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
