
Logo PBNU. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), perhatian terhadap masa depan tradisi keilmuan di lingkungan pesantren kembali mengemuka.
Muncul dorongan agar kalangan ulama tidak hanya mempertahankan tradisi mengkaji kitab, tetapi juga kembali aktif melahirkan karya-karya keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman.
Data Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan Indonesia memiliki lebih dari 42 ribu pesantren dengan jutaan santri yang menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan Islam nasional.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia selama ini dikenal memiliki tradisi keilmuan yang kuat melalui kajian kitab kuning dan pengembangan pemikiran para ulama.
Namun, sejumlah kalangan menilai tradisi produksi karya tulis keagamaan perlu terus diperkuat agar pesantren tidak hanya menjadi pusat transmisi ilmu, tetapi juga pusat lahirnya pemikiran baru yang mampu menjawab berbagai persoalan kontemporer.
Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menjelang peluncuran sekaligus bedah kitab karyanya, Ithafu Ummati Al Muqtafa, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/7) di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.
Menurut KH Zulfa, tradisi menulis kitab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan peradaban Islam.
"Tradisi ulama adalah tradisi ilmu. Dan tradisi ilmu tidak akan kokoh tanpa tradisi menulis. Karena itulah para ulama terdahulu tidak hanya mendidik murid, tetapi juga meninggalkan kitab sebagai warisan intelektual bagi umat," ujarnya.
Ia menilai pesantren selama ini telah berperan besar menjaga kesinambungan ilmu melalui kajian kitab-kitab klasik. Namun, di tengah tantangan baru seperti perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga persoalan kebangsaan, kalangan ulama juga didorong menghasilkan karya yang dapat menjadi rujukan bagi generasi berikutnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
