
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Kombes Rommy Sebastian menjelaskan hasil visum terhadap jenazah pilot PT AMA Air yang ditembak KKB di Papua pada Kamis (2/7). (Polri)
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Kombes Rommy Sebastian. Dia mengungkapkan bahwa hasil visum menunjukkan ada beberapa luka pada jenazah korban. Diantaranya luka tembak yang masuk dari pipi sebelah kiri hingga menembus tengkorak korban. Luka itu menyebabkan korban kehilangan nyawa.
”Ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit,” kata Kombes Rommy dalam keterangan resmi pada Sabtu (4/7).
Dari hasil visum itu pula diketahui bahwa pelur masuk lewat pipi kiri, kemudian menembus kepala, hingga keluar di sekitar telinga kanan. Karena itu terjadi patah tulang maksila atau tulang pipi kanan. Merujuk hasil pemeriksaan radiologi yang dilakukan oleh petugas medis di Timika, patah tulang juga terjadi pada dasar tengkorak.
”Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” jelasnya.
Selain luka tembak, Rommy menyampaikan bahwa pihaknya juga mendapati luka lain seperti luka terbuka pada bagian kepala, dahi, pipi kiri, telinga kanan, dan patah tulang rahang bawah sebelah kanan. Menurut dia, luka-luka itu disebabkan hantaman benda tumpul. Namun, luka paling fatal disebabkan tembakan yang menembus kepala.
Dalam keterangan yang sama, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pilot PT AMA Air tersebut. Menurut dia, korban meninggal dunia saat melayani penerbangan sipil untuk misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah pedalaman Papua.
”Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini,” kata dia.
Sebagaimana telah dijelaskan oleh Rommy, Kombes Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah korban untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kematian korban. Data dan informasi dari hasil visum itu akan digunakan oleh polisi untuk mengungkap kasus tersebut secara terang-benderang.
”Perlu kami sampaikan bahwa tadi pagi jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI. Selanjutnya, pada malam hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Koops TNI Habema memastikan sudah berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat milik PT AMA Air pada Jumat pagi (3/7). Korban atas nama Nicholas F. Gosselin itu dievakuasi dari Kampung Balinggama, Distrik Soboham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
