Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 21.02 WIB

Ibu Dian Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Usaha kuliner Dapur Female milik nasabah PNM Cabang Lampung, Ibu Dian. (Dok. PNM) - Image

Usaha kuliner Dapur Female milik nasabah PNM Cabang Lampung, Ibu Dian. (Dok. PNM)

JawaPos.com - Bagi Ibu Dian, membangun usaha bukan hanya tentang menghasilkanproduk dan pendapatan. Lewat usaha kuliner Dapur Female yang ia rintis, nasabah PNM CabangLampung ini membuktikan bahwa usaha juga bisa menjadi ruang untuk membuka kesempatan bagiperempuan lain agar ikut berdaya.

Dapur Female menjadi tempat bagi banyak perempuan untuk belajar, bekerja, dan tumbuh bersama. Ibu Dian menyebut, sebagian besar ibu-ibu yang terlibat dalam usahanya merupakan nasabah PNM Mekaar. Hal ini membuat Dapur Female tidak hanya menjadi usaha kuliner, tetapi juga ruangpemberdayaan yang dekat dengan semangat kebersamaan para perempuan pengusaha ultra mikro.

Ibu-ibu yang bekerja di Dapur Female ini sekitar 70 persen rata-rata adalah nasabah PNM Mekaar,” ujar Ibu Dian.

Kisah pemberdayaan Ibu Dian tidak berhenti di lingkungan usahanya. Ia juga pernah diajak olehdinas setempat untuk hadir di sebuah wilayah dengan tingkat praktik tuna susila yang cukup tinggi. Di sana, Ibu Dian berbagi kemampuan yang ia miliki, mulai dari cara membuat kue, jajanan pasar, hingga membuka peluang usaha sederhana yang bisa dijalankan.

Namun, proses tersebut tidak selalu mudah. Ibu Dian mengaku sempat menghadapi tantangan karenaada penolakan dari sebagian penghuni di wilayah tersebut. Meski begitu, ia tetap berusaha hadirdengan pendekatan yang sabar dan membangun kepercayaan. Dari proses itulah, perlahan mulaimuncul perubahan.

Saya pernah diajak oleh dinas ke suatu tempat yang tingkat tuna susilanya cukup tinggi. Di sanasaya mengajarkan apa yang bisa saya ajarkan, seperti cara bikin kue dan jajanan pasar. Tantangannyacukup berat karena awalnya ada penolakan, tapi alhamdulillah dari kelompok itu ada dua orang yang sekarang sudah punya toko kue sendiri,” ungkap Ibu Dian.

Dua orang tersebut kini berhasil menjalankan usaha kue, mulai dari risoles, dadar gulung, hinggaberbagai jajanan pasar lainnya. Perjalanan mereka pun tumbuh secara bertahap. Dari yang awalnyaberjualan keliling menggunakan motor, kini sudah memiliki toko kue sendiri.

Melalui pendampingan PNM, Ibu Dian merasakan bahwa modal usaha bukan hanya berbentukpembiayaan. PNM menghadirkan tiga modal penting bagi nasabah, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Modal finansial membantu nasabah mengembangkan usaha, modal intelektual hadir melalui pembelajaran dan peningkatan kapasitas, sementara modal sosial tumbuhmelalui jejaring kelompok yang membuat nasabah saling mengenal, saling mendukung, dan salingmenguatkan.

Pendekatan berbasis kelompok dalam PNM Mekaar juga menjadi ruang penting bagi perempuanprasejahtera untuk membangun kepercayaan diri. Pertemuan kelompok bukan sekadar tempatmenerima pembiayaan, tetapi juga menjadi wadah berbagi cerita, pengalaman usaha, serta dukunganmoral dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dari Dapur Female di Lampung, Ibu Dian menunjukkan bahwa usaha ultra mikro dapat menjadipintu perubahan. Bukan hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi para perempuan yang ikutbekerja, belajar, dan menemukan kembali keberanian untuk membangun masa depan yang lebihberdaya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore