Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 13.34 WIB

Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Minta Maaf, Begini Kronologinya

Pemilik toko kelontong di Mojokerto saat membaca surat permintaan maaf dari seorang maling yang mencuri uangnya. (Dok Radar Mojokerto) - Image

Pemilik toko kelontong di Mojokerto saat membaca surat permintaan maaf dari seorang maling yang mencuri uangnya. (Dok Radar Mojokerto)

JawaPos.com - Pemilik toko kelontong di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dikejutkan surat permintaan maaf dari maling yang bawa kabur uang miliknya.

Korban, Alfin Setyo Tunggal, 37 tahun, cerita kejadian tersebut terjadi Minggu (7/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Pada siang bolong itu, datang laki-laki dengan penampilan mencurigakan.

Pelaku mengenakan hoodie hitam, jeans, topi, lengkap dengan masker. "Dia (pelaku) keluar-masuk (toko saya), saya curiga karena dia pakai masker," ujar korban, dikutip dari Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (14/6).

Kecurigaan Alfin terbukti setelah pelaku kedapatan mengambil barang dari dalam toko. Meskipun tertangkap basah, pelaku sempat mengelak dari tuduhan pencurian.

Setelah didesak, pelaku mengakui mencuri enam bungkus rokok. Karena pelaku menyesali perbuatannya dan mengembalikan barang tersebut, Alfin memaafkan dan membiarkannya pergi.

Tak lama, Alfin menyadari uang dalam toko juga raib. Upaya pengejaran sempat dilakukan, namun pelaku kabur menggunakan sepeda motor Honda Revo merah.

Kasus pencurian akhirnya dilaporkan ke Polsek Pungging, Mojokerto. Sehari setelah kejadian, istri Alfin menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan pelaku, diletakkan di depan rumah mereka.

Dalam suratnya, pria tersebut meminta maaf dan mengaku nekat mencuri karena terdesak. Pelaku sebut uang hasil curian digunakan bayar biaya pendidikan semesteran anaknya.

Pelaku berjanji mengganti uang yang dicuri, Rp 352 ribu, setelah menerima gaji. "Saya baca ternyata surat dari maling itu isinya minta maaf, katanya masalah mencuri itu buat biayai anaknya sekolah," ucap korban.

Berikut isi surat yang ditulis tangan pelaku pencurian di Mojokerto:

Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut. Uang Bapak Rp 325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400.000.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore