
Direktur UPT PSBBI UM, Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., menyerahkan sertifikat kepada mahasiswa peserta program BIPA angkatan 2026 dalam acara Penutupan Program Study Abroad Walailak University, Kamis (11/6/2026). (Istimewa)
Jawapos.com - Baru 6 bulan belajar di Indonesia, sebanyak 13 mahasiswa asal Thailand di Universitas Negeri Malang (UM) sukses menampilkan pertunjukan gamelan dan tari-tarian Nusantara.
Penampilan itu menjadi bagian dari penutupan Program Study Abroad Walailak University Thailand angkatan 2026, yang dikelola UPT Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia (PSBBI) UM melalui program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
Penampilan para mahasiswa Thailand terasa istimewa karena dibaliknya tersimpan proses belajar yang singkat. Saat pertama datang ke Malang pada Desember 2025, kemampuan bahasa Indonesia mereka sangat terbatas.
Setelah menjalani pembelajaran selama 6 bulan, mereka tak hanya mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, tetapi juga berhasil menguasai berbagai kesenian Nusantara dan menampilkannya di hadapan publik.
"Para mahasiswa mampu membuktikan kemampuan mereka dalam menulis di media massa. Capaian belajar di sini sangat bagus dan melebihi ekspektasi kami," ujar Direktur UPT PSBBI UM, Prof. Gatut Susanto, Kamis (11/6).
Program kerja sama bilateral ini telah berjalan di UM sejak 2010 dan berlanjut dengan mendatangkan mahasiswa angkatan baru dari berbagai negara, seperti Thailand, Amerika Serikat, hingga Taiwan.
Program BIPA UM dirancang bukan sekadar mengajarkan kosakata dan tata bahasa. Para mahasiswa asing menjalani pembelajaran kontekstual, mulai dari belajar langsung di pasar tradisional, memasak masakan Indonesia.
Tahun ini, program juga diperkaya dengan kegiatan KKN selama dua minggu di Bali, sehingga para mahasiswa merasakan dua budaya sekaligus, Jawa di Malang dan Bali di penghujung program.
Sementara itu, dosen Walailak University yang bertanggung jawab atas program ini, Pensri Panich, mengatakan pengalaman dua budaya yang membuat pihaknya konsisten kerjasama dengan UM selama 16 tahun terakhir.
"Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran bahasa, tetapi juga pengalaman budaya yang nyata. Mulai dari budaya Jawa, tari tradisional, hingga gamelan. Hal ini sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika," imbuhnya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
