Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 05.32 WIB

NU NTT Hadapi Tantangan Geografi dan Ideologi, Berharap PBNU Lakukan Rekonsiliasi

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang Jawa Timur, Abdussalam Shohib saat bertemu NU NTT. (Istimewa) - Image

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang Jawa Timur, Abdussalam Shohib saat bertemu NU NTT. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang Jawa Timur, Abdussalam Shohib menilai Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NU NTT) memiliki tantangan lebih berat dalam memperjuangkan umat. Secara geografis, wilayah ini berbatasan langsung dengan Timur Leste.

Gus Salam mengatakan, ada tiga tantangan utama yang dihadapi NU NTT. Yaitu geografis, perbatasan, dan ideologis.

Hal itu ia sampaikan saat berkunjung menemui PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Timur di Kupang.

“Kami hormat dan ta’dhim kepada semua pengurus cabang di NTT yang hadir. Kami ingin mendengar dari mereka tentang apapun terkait jam’iyyah Nahdlatul Ulama di lingkungan mereka. Terutama harapan mereka ke depan untuk meningkatkan peran keagamaan dan organisasi, di tengah tantangan dan peluang yang ada,” kata Gus Salam, Kamis (11/6).

Dia menyampaikan, pesantren memiliki peran strategis dalam membendung paparan dan pengaruh ideologis. Cara ini sudah dibuktikan oleh para ulama sejak zaman dulu.

“Di dalam pesantren dibangun ketahanan nasional; ditanamkan kepribadian luhur, menjaga kesatuan, cinta masyarakat, agama, dan bangsa serta dari pesantren pula tumbuh para penggerak kemashlahatan umat,” imbuhnya.

Secara sosial, pesantren juga mengajarkan kemandirian. Banyak lulusan pesantren berhasil menggeleti profesi di luar bidang keagamaan.

“Dari pesantren tumbuh pedagang, pengusaha, petani tangguh dan wiraswasta hebat. Bilapun dari pesantren ada pejabat dan tokoh nasional, itu kemampuan mereka beradaptasi dengan tantangan dan peluang,” sambungnya.

Dalam dialog ini, NU NTT menyampaikan harapan agar toleransi terus terjaga. Kehidupan sosial harus berjalan berdampingan tanpa adanya konflik SARA.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore