
Sejumlah ASN Kabupaten Malang mengikuti apel di halaman Pendapa Agung, beberapa waktu lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR MALANG)
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menambah alokasi anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebesar Rp 125 miliar pada 2026. Kenaikan tersebut dilakukan seiring bertambahnya jumlah PPPK yang diangkat dalam dua tahap seleksi serta penyesuaian masa kerja pegawai. Total anggaran gaji PPPK kini mencapai Rp 689 miliar, meningkat dari sekitar Rp 564 miliar pada perubahan APBD 2025.
Di sisi lain, Pemkab Malang juga memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap PPPK meski mulai 2027 harus memenuhi ketentuan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD. Untuk memenuhi aturan tersebut, pemerintah daerah memilih meningkatkan kapasitas pendapatan dan belanja daerah hingga diproyeksikan mencapai Rp 5,3 triliun daripada mengurangi jumlah pegawai.
Alokasi gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Malang meningkat. Itu dilakukan untuk menyesuaikan jumlah PPPK yang bertambah selama satu tahun serta penambahan masa kerjanya.
”Kami mengalokasikan Rp 689 miliar untuk gaji PPPK tahun ini,” ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang Yetty Nurhayati. Sedangkan alokasi pada perubahan APBD 2025 lalu sekitar Rp 564 miliar. Sehingga ada penambahan Rp 125 miliar untuk gaji PPPK.
Ketentuan pemberian gaji PPPK tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 11 Tahun 2024 tentang perubahan atas Perpres RI Nomor 98 Tahun 2020 tentang gaji dan tunjangan PPPK. Dalam peraturan tersebut, gaji disesuaikan dengan golongan dan masa kerjanya.
Kategori dengan gaji terendah yakni golongan I dengan masa kerja 0-1 tahun yang menerima Rp 1,93 juta per bulan dan tertinggi yakni golongan XVII dengan masa kerja 3 tahun yang menerima Rp 7,32 juta per bulan. ”Meskipun ada efisiensi, kami mengupayakan tidak ada pengurangan gaji pegawai,” imbuhnya.
Sebagai informasi, saat ini terdapat dua jenis PPPK. Yakni PPPK penuh waktu dan paro waktu. Meskipun sistem kerjanya sama dengan ASN lainnya, tetapi ketentuan gaji yang diterima berbeda. ”Gajinya minimal sama dengan yang diterima selama mereka bekerja sebagai pegawai kontrak,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang.
Hal tersebut sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kepmen PAN-RB) RI Nomor 16 Tahun 2025 tentang PPPK paro waktu. Seperti diberitakan, kisaran gaji pegawai non ASN mencapai Rp 2,2 juta hingga 2,5 juta. Pemberian gaji disesuaikan dengan latar belakang pendidikan.
Dengan rincian, pegawai honorer dengan pendidikan sarjana gaji bulanannya Rp 2,5 juta. Sementara itu, untuk yang pendidikan D3, gajinya Rp 2,4 juta. Terakhir, untuk pegawai honorer dengan pendidikan SMA mendapat gaji 2,2 juta.
”Saat ini, kami memiliki 314 PPPK paro waktu,” kata Nurman. Dengan rincian, 147 Tenaga Teknis (TT) dan 167 guru. Kontrak kerjanya hanya satu tahun. Sehingga harus mengurus perpanjangan kontrak setiap tahun. Perpanjangan tersebut juga dengan memertimbangkan penilaian kinerja oleh pimpinan di instansi masing-masing. Jika kinerjanya buruk, ada kemungkinan tidak diperpanjang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
